Home » 13 Hari Perang Israel – Palestina: Korban Tewas 5.185 Orang dan 16.600 Orang Luka-luka

13 Hari Perang Israel – Palestina: Korban Tewas 5.185 Orang dan 16.600 Orang Luka-luka

by Erna Sari Ulina Girsang
2 minutes read
Penduduk Rafah di wilayah Selatan Jalur Gaza mengambil air dari bantuan yang disalurkan PBB, Jumat (20/10/2023). Foto: UNICEF/Eyad El Baba

ESENSI.TV - JAKARTA

Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA) melaporkan selama 13 hari Perang Israel – Palestina tercatat sebanyak 5.185 orang meninggal dunia dan 16.600 orang terluka.

OCHA merincikan jumlah korban tewas di Jalur Gaza telah mencapai 3.785 orang, termasuk sedikitnya 1.524 anak-anak, sementara lebih dari 12.000 orang terluka.

Sejak 7 Oktober, 1.400 orang telah terbunuh di Israel dan lebih dari 4.600 orang terluka, setidaknya 203 orang ditawan di Gaza, termasuk warga Israel dan warga negara asing.

“Ratusan korban jiwa tambahan diyakini terjebak di bawah reruntuhan karena pengeboman tanpa henti terhadap wilayah tersebut terus berlanjut,” tulis OCHA dalam keterangan resminya, di laman PBB, dikutip Sabtu (21/10/2023).

Sementara itu di Tepi Barat, OCHA melaporkan bahwa 79 warga Palestina, termasuk 20 anak-anak, telah dibunuh oleh pasukan dan pemukim Israel sejak 7 Oktober. Seorang tentara Israel juga dibunuh oleh warga Palestina.

Setidaknya 74 rumah tangga Palestina, yang terdiri dari 545 orang, lebih dari setengahnya adalah anak-anak, telah mengungsi dari 13  di Area C Tepi Barat sejak 7 Oktober.

Situasi Semakin Memburuk

Sementara itu, Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (Inggris disebut Office of the United Nations High Commissioner for Human Rights/ONHCR) mengemukakan kekhawatiran atas situasi hak asasi manusia yang memburuk dengan cepat di Tepi Barat dan meningkatnya kegiatan mematikan yang melanggar hukum.

Juru bicara OHCHR Ravina Shamdasani mengatakan bahwa telah terjadi peningkatan penangkapan sewenang-wenang terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki dan warga Arab Israel di Israel dengan adanya laporan perlakuan buruk dan kurangnya proses hukum.

Baca Juga  HISAS18, Kolaborasi Riset dan Pangan dengan KBRI Tokyo

“Ini harus dihentikan,” desaknya.

Shamdasani juga mengatakan bahwa ketua hak asasi manusia PBB Volker Türk menekankan semua pihak harus menghormati hukum hak asasi manusia internasional dan hukum kemanusiaan internasional.

Dia menegaskan dalam melakukan permusuhan, prinsip-prinsip kebutuhan, pembedaan, proporsionalitas dan tindakan pencegahan dalam serangan harus dihormati di setiap saat oleh semua orang.

Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq menambahkan di Gaza sendiri, tim penyelamat, terutama dari Pertahanan Sipil Palestina, berjuang untuk melaksanakan misi mereka di tengah serangan udara yang terus menerus.

Warga di lokasi itu mengalami kekurangan bahan bakar untuk menjalankan kendaraan dan peralatan, dan terbatasnya atau tidak adanya koneksi ke jaringan seluler.

“Rumah sakit berada di ambang kehancuran dan penuh sesak dengan pasien, dan banyak yang menunggu perawatan”, katanya kepada wartawan di New York.

“Kami prihatin bahwa 9.000 pasien kanker kekurangan perawatan yang memadai karena kondisi di satu-satunya rumah sakit kemoterapi di Gaza,” jelas Farhan menjelaskan dampak Perang Israel – Palestina.

Sementara itu, badan kesetaraan gender UN Women memperkirakan pemboman dan kekerasan telah mengakibatkan hampir 493.000 perempuan dan anak perempuan mengungsi dari rumah mereka di Gaza.

“Selain itu, kekerasan yang terjadi secara tragis juga mengakibatkan bertambahnya jumlah janda, karena diperkirakan 900 perempuan menjadi kepala rumah tangga,” jelas Haq.*

Email: ernasariulinagirsang@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang/Raja H Napitupulu

#beritaterkini
#beritaviral

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life