Home » Antam Teken Kerja Sama Pembuatan Baterai Lithium, Investasi Capai Rp80 Triliun

Antam Teken Kerja Sama Pembuatan Baterai Lithium, Investasi Capai Rp80 Triliun

by Junita Ariani
2 minutes read
Kerja sama yang dijalin oleh PT Aneka Tambang atau Antam Tbk bersama Hongkong CBL Limited terkait proyek ekosistem baterai Electric Vehicle (EV).

ESENSI.TV - JAKARTA

Untuk mempercepat program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB), pemerintah menarik investor luar untuk menanamkan modalnya dalam membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Hal tersebut dibuktikan dengan kerja sama yang dijalin oleh PT Aneka Tambang atau Antam Tbk bersama Hongkong CBL Limited terkait proyek ekosistem baterai Electric Vehicle (EV).

“Selamat kepada Antam, CBL, dan IBC atas kerja sama investasi dalam supply chain ekosistem baterai lithium di Indonesia,” uacap Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut mengatakan itu secara daring pada acara Penandatanganan Divestasi Proyek Ekosistem Baterai EV. Acara digelar di Kantor Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Jakarta, Kamis (28/12/2023).

Menurut Luhut, kerja sama ini menjadi yang pertama di dunia. Mencakup tahapan dari tambang nikel hingga giga factory baterai cell dan pack, serta daur ulang.

“Hal ini menjawab pertanyaan mengenai hilirisasi. Di mana masih banyak yang dapat dilakukan di sini,” ujar Luhut.

Luhut menekankan pentingnya efisiensi dan kecepatan pengerjaan proyek mengingat persaingan global yang semakin ketat. Dia juga mengatakan bahwa eksekusi proyek harus tetap mematuhi standar lingkungan dan ketenagakerjaan yang tinggi.

Baca Juga  Bilateral Parlemen RI-Papua Nugini Perkuat Kerja Sama Perdagangan dan Investasi

“Kita harus transparan dengan digitalisasi, dan eksekusi proyek ini harus menjadi contoh standar untuk proyek serupa di masa depan,” tambahnya.

Investasi Capai Rp80-90 Triliun

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia yang hadir dalam acara yang sama menyampaikan, dalam implementasi proyek ini harus memperhatikan lingkungan secara detil. Dan, memitigasi hal-hal yang akan memberikan dampak merugikan bagi semua pihak.

Ia menyebutkan, investasi ini bukan yang ‘ecek-ecek’, karena nilainya cukup besar.

“Investasi ini bukan untuk membangun stainless steel, tetapi ekosistem dari baterai mobil, dan ini investasinya di angka Rp80-90 triliun. Ini bukan investasi kacang goreng,” jelas Bahlil.

Sebagai informasi, acara penandatanganan ini dihadiri oleh berbagai pihak. Diantaranya Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Dadan Kusdiana, Direktur Utama ANTAM Nico Kanter.

Direktur Pengembangan Usaha ANTAM I Dewa Wirantaya, CEO of Ningbo CBL Tang Honghui, Chairman of CBL Li Changdong.

Hadir juga Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Marves Septian Hario Seto, dan pihak terkait lainnya. *

#beritaviral
#beritaterkini

Email : junitaariani@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang/Raja H Napitupulu

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life