Home » BI Prediksi Inflasi Tahun 2024 Melandai ke Level 2,5%

BI Prediksi Inflasi Tahun 2024 Melandai ke Level 2,5%

by Erna Sari Ulina Girsang
2 minutes read
Ilustrasi inflasi. Foto: Ist

ESENSI.TV - JAKARTA

Bank Indonesia memprediksi inflasi tet​ap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5% plus minus 1% tahun 2024, melandai dibandingkkan target tahun 2023 yang ditetapkan di kisaran 3% plus minus 1%.

“Bank Indonesia meyakini inflasi tet​ap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5±1% pada 2024,” jelas Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, dalam keterangan tertulis BI, Rabu (3/1/2024).

Dia mengatakan perkembangan pada Desember 2023 menunjukkan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) terjaga dalam kisaran sasaran 3,0±1%.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi IHK pada Desember 2023 tercatat rendah sebesar 0,41% (mtm) sehingga inflasi IHK 2023 menjadi 2,61% (yoy).

Perkembangan inflasi 2023 ini lebih rendah dibandingkan dengan inflasi tahun 2022 yang tercatat sebesar 5,51% (yoy).

Inflasi yang terjaga dalam kisaran sasarannya merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter.

Tim Pengendalian Inflasi

Hal ini juga berkat sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) melalui penguatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah.

Inflasi IHK yang rendah secara bulanan pada Desember 2023 dipengaruhi oleh terkendalinya inflasi inti dan inflasi volatile food.

Baca Juga  Harga Emas Turun Rp7.000 per Gram Pagi Ini

Kemudian, inflasi inti tercatat sebesar 0,14% (mtm), tidak berbeda jauh dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,12% (mtm), terutama disumbang oleh komoditas emas perhiasan, gula pasir, dan rekreasi.

Inflasi kelompok volatile food menurun dari 1,72% (mtm) pada bulan November 2023 menjadi 1,42% (mtm), didukung oleh pasokan yang membaik di daerah sentra produksi.

Sementara itu, kelompok administered prices mencatat inflasi sebesar 0,39% (mtm), meningkat dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,08% (mtm) dipengaruhi faktor musiman kenaikan inflasi angkutan udara di periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta dampak kenaikan aneka rokok akibat kenaikan tarif cukai tembakau.

Secara tahunan, inflasi IHK 2023 yang telah kembali dalam kisaran sasaran ditopang oleh terjaganya berbagai komponen inflasi.

“Inflasi inti 2023 terjaga rendah sebesar 1,80% (yoy), sejalan dengan konsistensi kebijakan suku bunga dan stabilisasi nilai tukar Rupiah oleh Bank Indonesia,” ujar Erwin Haryono.

Email: ernasariulinagirsang@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang/Raja H Napitupulu

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life