Home » Bijak Demokrasi, Upaya Demokrasi Naik Kelas

Bijak Demokrasi, Upaya Demokrasi Naik Kelas

by Raja H. Napitupulu
2 minutes read
Bijak

Meskipun Pemilihan Umum (Pemilu) kali ini sudah berakhir, masih banyak hal yang dapat dikawal agar masyarakat. Terutama orang muda terus terlibat dalam proses politik dan memperkuat demokrasi.

Think Policy menghadirkan sebuah gerakan pendidikan politik dan kebijakan publik independen, Bijak Demokrasi, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional ke-116. Kegiatan ini sebagai inisiatif lanjutan platform edukasi Pemilu 2024 “Bijak Memilih” yang berkolaborasi dengan What Is Up, Indonesia? (WIUI).

Berdasarkan data internal, 29% pengguna Bijak Memilih lebih berminat mengetahui politik Indonesia lewat pengemasan informasi yang komprehensif. Oleh karena itu, lewat Bijak Demokrasi diharapkan dapat melanjutkan semangat pendidikan politik yang aksesibel. Tujuannya demi meningkatkan nalar kritis publik paska pemilu 2024.

Peluncuran Bijak Demokrasi

CEO Think Policy & Co-Head Sekretariat Bijak, Andhyta Firselly Utami mengatakan, partisipasi demokrasi tidak berhenti pasca pemilu selesai.

“Kita masih harus mengawal kinerja pejabat terpilih dan memastikan pemerintahan menghasilkan kebijakan yang berkualitas. Untuk menciptakan perubahan yang sistemik,” ujarnya saat peluncuran perdana Bijak Demokrasi, di Jakarta, Selasa (21/05/2024).

Ia menuturkan, seringkali masyarakat merasa tidak punya suara untuk mengawal demokrasi. Karena itu, Bijak Demokrasi ingin meyakinkan publik bahwa terdapat berbagai cara untuk berpartisipasi aktif. Khususnya dalam mendorong demokrasi yang lebih bermakna dan naik kelas.

Empat Cara

Menurut dia, ada 4 cara yang bisa dijalankan untuk terus memperkuat proses partisipasi demokrasi. Pertama, bertanggung jawab untuk riset dan memilih kandidat yang sesuai. Kedua, mengawasi kebijakan yang dibuat tiap menteri atau parlemen.

Ketiga, bergabung dalam sebuah komunitas lokal/gerakan di isu tertentu. Terakhir masuk ke dalam partai politik/menjadi bagian dari pemerintahan.

“Guna mengakomodasi tiap level partisipasi publik dalam proses demokrasi, Platform Bijak Demokrasi hadir dengan empat produk utama,” kata dia.

Baca Juga  Dukung Prabowo, Pengamat: Demokrat Beri Sinyal Kuat Bye Bye Posisi Cawapres

Pertama, Bijak Pilkada

Serupa dengan Bijak Memilih, Bijak Pilkada mendorong masyarakat untuk melakukan riset. Dan memilih kandidat pada Pemilihan Kepala Daerah mendatang sesuai dengan nilai dan kebutuhan masing-masing.

Kedua, Bijak Memantau

Dengan produk ini, masyarakat diajak untuk mengawasi kebijakan yang dibuat oleh setiap menteri atau anggota parlemen. Dan memastikan transparansi dan akuntabilitas pemerintah.

Ketiga, Komunitas Bijak

Melalui produk ini, masyarakat dapat bergabung dalam komunitas lokal atau gerakan untuk memperkuat partisipasi. Dan berkolaborasi dalam memantau kebijakan publik.

Keempat, Sekolah Bijak

Sekolah Bijak adalah platform edukasi kebijakan publik yang dirancang bagi masyarakat yang ingin mempelajari proses kebijakan publik. Mulai dari pemula hingga tingkat profesional.

Angin Segar Demokrasi

Sementara itu, Staf Khusus Menpora, Hasintya Saraswati menyambut baik kehadiran Bijak Demokrasi. Bagi dia, Bijak Demokrasi adalah angin segar bagi kemajuan demokrasi di Indonesia.

“Keterlibatan aktif masyarakat, khususnya orang muda, adalah kunci untuk memastikan bahwa aspirasi dan kebutuhan mereka terus didengar. Juga diakomodasi dalam proses pengambilan keputusan. Dalam era inovasi yang cepat ini, kami mengapresiasi kerja sama bersama Think Policy untuk melanggengkan kolaborasi. Khususnya, antara pemerintah dan publik yang menjadi semakin penting untuk mencapai pembangunan inklusif dan berkelanjutan,” ungkap dia.

Peran Media Sosial

Pegiat Media Sosial, Bintang Emon menilai, kunci kemajuan suatu negara terletak pada sistem demokrasi yang kokoh. Sebab legislatif, eksekutif, dan yudikatif menjalankan fungsinya masing-masing secara optimal.

Menurut dia, keseimbangan antarkekuasaan inilah yang menjamin terciptanya kebijakan publik yang berkeadilan dan berdampak positif bagi seluruh rakyat.

“Bijak Demokrasi hadir untuk menjadi platform bagi rakyat untuk menjaga dan mengawal fungsi-fungsi tersebut. Tujuannya, agar terus berjalan baik,” kata Bintang Emon yang juga aktif berpartisipasi dalam kegiatan demokrasi itu.

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life