Home » BMKG Minta Pemda Selatan Jawa Siaga Gempa dan Tsunami

BMKG Minta Pemda Selatan Jawa Siaga Gempa dan Tsunami

by Addinda Zen
1 minutes read
Gempa BMKG

Kabupaten Kebumen menjadi salah satu zona potensi gempa dan tsunami. Posisi Kabupaten Kebumen berhadapan langsung dengan zona megathrust selatan Jawa yang memiliki potensi magnitude maksimum M 8,7. Sumber gempa megathrust ini berada di zona subduksi yang merupakan tumbukan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasi di dasar laut Samudera Hindia selatan Kebumen.

Melalui skenario tersebut, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menyampaikan, Pemodelan Penjalaran Gelombang Tsunami diperkirakan mencapai 14-18 meter di Kabupaten Kebumen. Sementara itu, waktu tiba di pesisir pantai sekitar 38-46 menit.

Guncangan akibat gempa tersebut diperkirakan mencapai VII-VIII MMI. Artinya, guncangan yang kuat hingga sangat kuat dan dapat mengakibatkan kerusakan sedang hingga berat.

Dwikorita menyebut, Pemerintah Daerah di sepanjang selatan Jawa harus terus meningkatkan kesiagaan menghadapi kemungkinan terjadinya gempa bumi dan tsunami.

“Kolaborasi yang kuat akan mempercepat langkah penyebaran pengetahuan tentang bencana, sehingga masyarakat semakin kuat dalam mendukung kebijakan dan strategi penanggulangan bencana,” ujarnya, dikutip dari laman resmi BMKG (2/10).

Sekolah LPG oleh BMKG

Sebelumnya, BMKG menggelar pelaksanaan Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami (LPG) September lalu. Kegiatan ini betujuan untuk meningkatkan kesadaran serta kesiapsiagaan masyarakat Kebumen, Jawa Tengah untuk menghadapi potensi gempa dan tsunami. Diharapkan kegiatan ini dapat memperkuat koordinasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Geofisika dengan pihak-pihak terkait BMKG.

Baca Juga  KKP-ADB Tingkatkan Produksi Udang Nasional Melalui IISAP

SLG ini difasilitasi Stasiun Geofisika Banjarnegara. Ini menjadi salah satu upaya BMKG mewujudkan zero victim di wilayah-wilayah yang rawan gempa bumi dan tsunami. Selain itu, juga menekan potensi risiko pada tingkat minimal dengan inovasi teknologi yang terus dikembangkan.

BMKG terus berupaya meningkatkan tingkat akurasi prediksi gempa bumi hingga 90%. Meski begitu, Dwikorita mengaku gempa bumi dan tsunami merupakan fenomena alam yang sulit diprediksi akurat.

“Gempa dan tsunami adalah kehendak Tuhan. Karena tidak dapat diprediksi maka mau tidak mau, suka tidak suka harus siap. Kesiapan ini harus disertai dengan edukasi melalui SLG ini,” tambahnya.

Literasi kebencanaan masyarakat dinilai harus terus diperkuat. Saat ini, informasi yang salah atau berita bohong berpotensi lebih cepat menyebar melalui sosial media. Ini dapat mengakibatkan keresahan dan kepanikan.

 

Editor: Dimas Adi Putra/Raja H. Napitupulu

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life