Home » Daur Ulang Plastik Jadi Sabun? Yuk, Simak Disini!

Daur Ulang Plastik Jadi Sabun? Yuk, Simak Disini!

by Administrator Esensi
2 minutes read
Professor Greg Liu, Virginia Tech

ESENSI.TV - JAKARTA

Seorang ilmuwan asal Virginia Tech, yaitu Professor Greg Liu dan tim melakukan penelitian mengenai daur ulang sampah plastik menjadi bahan yang bisa digunakan dan bermanfaat. Mereka  mengembangkan metode baru untuk mendaur ulang plastik menjadi bahan kimia yang bernilai tinggi. Bahan kimia ini dapat digunakan dalam pembuatan sabun, deterjen, dan beberapa hal lainnya. Bahan kimia ini disebut surfaktan.

Penelitian ini diawali dengan rasa penasaran Prof. Liu tentang pengubahan senyawa polietilena menjadi asam lemak. Tentunya ini dilakukan dengan beberapa langkah tambahan dalam proses penelitian ini untuk menghasilkan bahan kimia pembuat sabun.

Awal Mula Penelitian Sabun Dari Plastik

Dalam proses ini memang tidak selalu sempurna. Tantangan terbesarnya adalah bagaimana memecah rantai polietilena yang panjang menjadi beberapa rantai yang tidak terlalu pendek dan bagaimana melakukannya secara efisien. Prof. Liu menyakini bahwa terdapat potensi untuk mendaur ulang sampah plastik yang bernilai rendah menjadi suatu bahan yang berguna untuk khalayak ramai dan bernilai tinggi.

Rasa penasarannya semakin bertambah Ketika melihat asap perapian dirumahnya mengepul. Ia bertanya-tanya apakah polietilena yang dibakar di laboratorium menjadi sesuatu yang berguna. Apakah pembakaran polietilena yang tidak sempurna akan menghasilkan asap seperti pembakaran kayu. Begitulah pikiran Liu saat itu.

“Kayu bakar sebagian besar terbuat dari polimer seperti selulosa. Pembakaran kayu bakar akan memecah polimer-polimer ini menjadi rantai pendek. Kemudian menajdi molekul gas kecil sebelum teroksidasi penuh menjadi karbondioksida,” ujar Liu.

Baca Juga  Sampah Plastik Mengkhawatirkan, Yuk Daur Ulang!

Ia menerangka bahwa pemecahan polietilena dengan cara yang sama namun prosesnya dihentikan sebelum menjadi molekul yang lebih kecil, akan terbentuk rantai pendek polietilena.

“Jika kita memecah molekul polietilena sintetis dengan cara yang sama, namun menghentikan prosesnya sebelum terurai menjadi molekul gas kecil, maka kita akan mendapatkan molekul rantai pendek seperti polietilena,” jelasnya.

Daur Ulang Plastik Untuk Lawan Polusi Plastik

Akhirnya ia dan timnya pun melakukan penelitian ini dan menambahkan beberapa langkah untuk pembuatan sabun. Yaitu proses saponifikasi.

“Penelitian kami menunjukkan rute baru untuk mendaur ulang plastik tanpa menggunakan katalis baru atau prosedur yang rumit. Ini akan memberikan pencerahan kepada orang-orang untuk mengembangkan desain yang lebih kreatif untuk proses daur ulang di masa depan,” terangnya.

Pengubahan atau daur ulang plastik menjadi sabun ini layak secara ekonomi. Liu berharap penelitian yang dilakukannya akan menjadi solusi untuk mengurangi sampah plastik.

“Perlu disadari bahwa polusi plastik merupakan tantangan global. Bukan hanya masalah di beberapa negara saja. Dibandingkan dengan proses yang canggih dan menggunakan reagen yang rumit, proses yang sederhana mungkin lebih mudah diakses oleh banyak negara di seluruh dunia. Saya harap ini bisa menjadi awal yang baik untuk melawan polusi plastik,” tutupnya.

Editor: Nabila Tias Novrianda/Addinda Zen

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life