Home » Dirundung, Siswa SD Indramayu Ditelanjangi Hingga Ditendang

Dirundung, Siswa SD Indramayu Ditelanjangi Hingga Ditendang

by fara dama
2 minutes read
Ilustrasi bullying. Foto: familylives.org

ESENSI.TV - JAKARTA

Miris, kasus perundungan atau bullying masih terjadi di kalangan pelajar. Bahkan baru-baru ini seorang siswa SD menjadi sasaran atau korban perundungan yang dilakukan teman sekelasnya.

Seorang murid SD laki-laki di Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, berinisial HA dibully atau dirundung temannya di dalam kelas. Siswa yang berusia 12 tahun itu ditendang hingga ditelanjangi.

Kasus ini viral di media sosial lantaran pelaku bullying terekam saat melancarkan aksinya. Video perundungan ini direkam oleh para pelaku yang merupakan teman korban. Video tersebut lalu tersebar di media sosial.
Dalam video terlihat para pelaku merundung korban sambil tertawa-tawa. Setelah puas, mereka akhrinya mengembalikan pakaian korban. Namun sebelum dikembalikan, baju korban disiram air hingga basah.
Korban yang pasrah mengambil baju miliknya di lantai dengan kondisi sudah basah.

Dilakukan saat jam olahraga

Korban dan pelaku merupakan siswa kelas 5 SDN 3 Karangsong Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu.

Peristiwa  perundungan itu terjadi pada Sabtu 24 Februari 2024 saat jam pelajaran olahraga sedang berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB.

Lokasi perundungan tidak terjadi di sekolah, tapi di sebuah ruang kelas madrasah atau MDTA yang berada di dekat sekolah.

Ibu dari HA, Fatimah (40) mengatakan, melihat kejadian yang menimpa anak keduanya itu membuat hatinya teriris.
Fatimah mengaku sakit hati setiap melihat video HA dirundung hingga ditelanjangi.
“Saya awalnya nggak tahu, anaknya nggak cerita. Cuma hari Rabunya saya dipanggil oleh guru terus dikasih tahu video itu,” ujar dia.

Setelah kejadian ini, sekolah mengambil tindakan dan merundingkan dengan pihak pihak terkait. Orang tua korban dan pelaku, Kepala Sekolah SDN Karangsong 3, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Indramayu. Lalu, Camat Indramayu dan Kapolsek Indramayu melakukan mediasi di sekolah untuk membahas masalah tersebut. 

Baca Juga  Resmi Jadi Tersangka, Polda Metro Jaya Tahan YA Atas Kasus Dugaan Pembunuhan Dante

Kasus Bully Hingga Tewas

Kasus bullying ini bukan kali pertama menimpa pelajar dibawah umur, beberapa waktu lalu siswa di pondok pesantren ikut menjadi korban bullying hingga tewas.

Seorang santri bernama Bintang Balqis Maulana (14 tahun) meninggal diduga akibat penganiayaan di Pondok Pesantren Tartilul Quran (PPTQ) Al Hanifiyyah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

PPTQ Al Hanifiyyah, menurut Kemenag Jawa Timur, tidak memiliki izin operasional sebagai tempat pondok pesantren.

Kepolisian pun telah menetapkan empat pelaku sebagai tersangka, di mana salah satunya disebut masih kerabat korban.

Diharapkan kejadian seperti ini tidak terulang, salah satu untuk mengantisipasinya adalah dengan mengedukasi siswa bahasa perundungan. Laranagn bullying, hingga sanksi yang tegas. Selain itu diperlukan pengawasan guru yang ketat agar peristiwa tidak mengenakkan ini tidak terjadi lagi.

Editor: Raja Napitupulu

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life