Home » Gunung Ruang Turun Level dari Awas ke Siaga, 9.343 Warga Masih Mengungsi

Gunung Ruang Turun Level dari Awas ke Siaga, 9.343 Warga Masih Mengungsi

by Nazarudin
2 minutes read
pengungsi gunung ruang

ESENSI.TV -

PUSAT Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan Gunung Ruang pascaerupsi hingga saat ini masih terus menunjukkan adanya aktivitas vulkanik.

Namun, PVMBG sudah menurunkan tingkat aktivitas Gunung Ruang dari Level IV (Awas) menjadi Level III (Siaga).

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Ph.D mengatakan, hingga saat ini terdata sebanyak 9.343 jiwa terdampak oleh erupsi Gunung Ruang yang hingga saat ini mengungsi. Mereka berasal dari Pulau Tagulandang dan Pulau Ruang Kabupaten Kepulauan Siao Tagulandang Biaro (Sitaro).

“Pusdalops BNPB melaporkan sebanyak 9.083 jiwa dan 5.000 rumah terdampak akibat aktivitas vulkanik Gunung Ruang ini, peristiwa ini juga mengakibatkan 9.343 warga mengungsi,” katanya dalam siaran pers, Rabu, 15 Mei 2024.

Adapun jumlah pengungsi di beberapa lokasi pengungsian sebagai berikut:
1. Kota Manado sebanyak 2.794 jiwa
2. Kota Bitung sebanyak 1.567 jiwa
3. Kabupaten Minahasa Utara 1.041 jiwa
4. Kabupaten Minahasa 608 jiwa
5. Kabupaten Sitaro
• Pulau Siao : 493 jiwa
• Pulau Tagulandang : 2.835 jiwa
• Pulau Biaro : 5 jiwa

“Pemkab Sitaro memutuskan memperpanjang status tanggap darurat selama 14 hari yang dimulai sejak tanggal 14 Mei – 27 Mei 2024,” jelasnya.

Baca Juga  Film Gadis Kretek: Bukan Sekedar Meracik, Kekuatan Jeng Yah di Industri Rokok

Menurut dia, Pemprov Sulawesi Utara dan Pemkab Kepulauan Sitaro melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat terus melakukan upaya pemulangan pengungsi yang berada di luar kawasan rawan bencana. Mereka telah didata melalui pendataan pengungsi terpilah oleh tim yang didampingi BNPB di wilayah Kecamatan Tagulandang, Kota Bitung, Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Manado serta melakukan survey lokasi untuk kebutuhan relokasi pengungsi.

Sementara itu, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) secara intens berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Pj Bupati Sitaro perihal kegiatan belajar mengajar serta berbagai fasilitas pendidikan yang terdampak akibat aktivitas vulkanik Gunung Ruang.

Harapannya untuk menyelenggarakan kembali kegiatan belajar dan ujian sekolah secara terpusat bagi peserta didik yang terganggu kegiatan belajarnya akibat berada di lokasi pengungsian.

BNPB mengimbau masyarakat yang berada di sekitar Gunung Ruang diharap tenang, beraktivitas seperti biasa, tidak terpancing isu-isu tentang erupsi Gunung Ruang. “Warga diminta tetap mengikuti perkembangan aktivitas Gunungapi Ruang dari pihak berwenang seperti Pos Pengamatan Gunungapi Ruang, PVMBG, BNPB, BPBD dan lainnya,” ungkapnya.

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life