Home » Hari Perempuan Internasional, BKSAP Konsisten Dorong Kesetaraan Perempuan di Politik

Hari Perempuan Internasional, BKSAP Konsisten Dorong Kesetaraan Perempuan di Politik

by Junita Ariani
2 minutes read
perempuan

ESENSI.TV - JAKARTA

Hari Perempuan Internasional atau Happy Internastional Women’s Day yang jatuh pada tanggal 8 Maret ini diperingati oleh masyarakat di seluruh dunia.

Momen ini sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan, kiprah, dan karya perempuan untuk menuju kesetaraan di berbagai bidang.

“Peringatan ini juga bertujuan untuk mencapai perdamaian dan kesetaraan bagi kaum wanita di seluruh dunia,” kata Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon.

Ia mengungkapkan, BKSAP DPR di berbagai forum selalu konsisten mendorong terwujudnya kesetaraan hak bagi perempuan. Hal ini untuk mewujudkan dunia yang lebih inklusif.

Beberapa wujud nyata itu adalah jabatan strategis yang diemban oleh beberapa anggota parlemen perempuan. Seperti Biro Parlemen Perempuan di Organisasi Inter-Parliamentary Union (IPU).

Kemudian, diterimanya usulan resolusi DPR RI terkait pentingnya mendorong kesetaraan dalam ranah politik. Dan, kepemimpinan perempuan di forum-forum seperti ASEAN Inter-Parliamentary Assembly, Asia Pacific Parliamentary Forum dan lain-lain.

“Kepemimpinan perempuan di ranah politik adalah hal yang patut terus didorong. Karena mustahil akan terwujud dunia yang adil dan berkelanjutan tanpa adanya akses yang setara bagi perempuan,” ujar Fadli, Rabu (8/3/2023).

Untuk itu, kata dia, diperlukan kerjasama yang solid antara seluruh pihak. Bukan hanya kaum perempuan, namun juga kaum pria, untuk bersama-sama membangun masyarakat yang tangguh.

Baca Juga  Inilah Jadwal Rapat Baleg DPR Masa Sidang IV 14 Maret-13 April

Tanggungjawab Moral Kaum Pria

Hal yang patut ditekankan BKSAP menurut Fadli, adalah mendorong keterlibatan perempuan di ranah politik untuk kesetaraan. Sehingga, masyarakat serta dunia yang inklusif, berkelanjutan, dan damai dapat terwujud.

Di DPR, kata dia, saat ini terdapat 123 anggota parlemen perempuan dari total 575 anggota parlemen. Angka ini menunjukan keterwakilan perempuan adalah 21,39%.

Di sisi lain, sangat disayangkan bahwa masih banyak kaum wanita yang terus mengalami berbagai bentuk kekerasan, penindasan, maupun diskriminasi dalam bentuk apapun. Tidak terkecuali di kancah politik.

Perjuangan menuju kesetaraan adalah proses panjang yang tidak bisa terwujud hanya dengan kerja keras kaum wanita saja.

“Kaum pria juga memiliki tanggung jawab moral mendorong terwujudnya inklusi sosial dan kesetaraan melalui upaya kolektif ini,” terang Fadli.

Dengan mengusung tema utama #EmbraceEquity, peringatan Hari Perempuan Internasional tahun ini kata Fadli, menekankan bahwa peluang saja tidak cukup.

Diperlukan aksi konkret mendorong terwujudnya kesetaraan bagi perempuan untuk terlibat langsung dalam  pembuatan kebijakan strategis.

“Untuk itu, perempuan perlu diberikan haknya sesuai dengan kebutuhannya yang mungkin berbeda dengan kaum pria, agar terjadi kesetaraan hak,” tutup Fadli. *

#beritaviral
#beritatagar

Email : junitaariani@esensi.tv
Editor: Junita Ariani

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life