Home » Heboh SGIE Dalam Debat Cawapres, Begini Istilah dan Laporan SGIE

Heboh SGIE Dalam Debat Cawapres, Begini Istilah dan Laporan SGIE

by Administrator Esensi
2 minutes read
Pembahasan SGIE Dalam Debat Cawapres Antara Cak Imin dan Gibran

ESENSI.TV - JAKARTA

Baru-baru ini istilah SGIE menjadi trending topic lantaran disinggung dalam Debat Cawapres 2024. Dalam debat tersebut, cawapres Nomor 2, Gibran Rakabuming Raka bertanya ke cawapres Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengenai cara meningkatkan SGIE.

Mendapat pertanyaan dari Gibran, Paslon Cawapres nomor urut 1, Cak Imin mengaku bahwa dirinya tidak memahami apa itu SGIE lantaran belum pernah mendengar istilah asing itu sebelumnya.

SGIE merupakan singkatan dari State of the Global Islamic Economy (SGIE). SGIE merujuk pada keadaan ekonomi dan keuangan dunia yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.

Apa Itu SGIE?

SGIE adalah report atau laporan yang diluncurkan DinarStandard di Dubai, Uni Emirate Arab yang mencakup sektor ekonomi, keuangan, perdagangan, investasi, dan industri seperti makanan, kosmetik, farmasi yang seusai dengan nilai Islam.

Adapun laporan ini dibuat oleh DinarStandard dengan didukung oleh Departemen Ekonomi dan Pariwisata (DET) di Dubai yang didalamnya membahas soal perkembangan serta tantangan dan peluang bagi sektor-sektor tersebut.

SGIE lahir karena 1,8 miliar konsumen muslim berusaha memenuhi kebutuhan yang diinspirasi oleh keyakinan mereka, menciptakan basis konsumen yang tangguh, pengeluaran global dalam ekonomi Islam diperkirakan akan terus tumbuh.

Ini Kalkulasi SGIE

Dikuitip dari dinarstandard.com, dalam laporan SGIE diperkirakan bahwa umat Islam di seluruh dunia menghabiskan sebesar USD 2 triliun pada 2021 untuk makanan, obat-obatan, kosmetik, festen, perjalanan, dan media. Hal ini mencerminkan bahwa pertumbuhan tahun ke tahun sebesar 8,9 persen dan diperkirakan akan mencapai USD 2,8 triliun pada 2025 seiring dengan tingkat pertumbuhan tahunan kumulatif (CAGR) sebesar 7,5 persen.

Dikutip dari Indonesia Sharia Economic Festival, dalam laporan Indikator Ekonomi Islam Global yang mencakup 81 negara, Indonesia berada di peringkat empat di bawah Malaysia, Arab Saudi, United Arab Emirates, dan di atas Pakistan. Indonesia mampu mempertahankan posisi keempat dunia dalam hal pengembangan ekosistem ekonomi syariah yang kuat dan sehat. SGIE menjadi semakin relevan mengingat jumlah penduduk Muslim di Indonesia yang besar dan pertumbuhan ekonomi yang pesat

Baca Juga  Menimbang IPO BUMN di Tengah Anjloknya Harga Saham Emiten Pelat Merah Setahun Terakhir

Afinitas dan kemakmuran di kalangan Muslim di seluruh dunia, keterlibatan yang meningkat dari merek-merek terkemuka, fokus investor yang meningkat, kampanye pemasaran, dan branding yang terkait dengan kebutuhan berbasis iman sedang mendorong pertumbuhan sektor ini.

Sebagai contoh, pada 2018, orang Islam mengeluarkan $2,2 triliun di sektor makanan, farmasi, dan gaya hidup. Hal tersebut mencerminkan pertumbuhan tahunan sebesar 5,2 persen. Angka tersebut diperkirakan akan mencapai $3,2 triliun pada tahun 2024, seperti yang dilaporkan dalam laporan SGIE.

10 Laporan SGIE

Laporan tersebut mengungkapkan 10 pendorong utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi Islam adalah:

– pertumbuhan populasi

– peningkatan kemakmuran

– peningkatan afinitas keagamaan

– konektivitas digital

– konsumerisme etis

– pertumbuhan multinasional

– diversifikasi ekonomi dan pembangunan

– perdagangan halal

– regulasi

– pengembalian investasi

Dengan memahami konsep SGIE, diharapkan masyarakat dan pelaku ekonomi dapat memanfaatkan potensi dan keuntungan yang ditawarkan oleh ekonomi Islam global untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Salah satu manfaat utama dari SGIE adalah memberikan kesempatan bagi negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim untuk memperluas pasar ekonomi mereka dengan produk-produk halal. Dengan meluasnya produk halal, maka negara dengan basis muslim besar dapat terus meningkatkan pertumbuhan ekonominya.

 

Editor : Firda / Radja H. Napitupulu

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life