Home » Ini Kronologi Polri dan BNN Bekuk Gembong Narkoba Asal Australia di Filipina

Ini Kronologi Polri dan BNN Bekuk Gembong Narkoba Asal Australia di Filipina

by Nazarudin
1 minutes read
Ilustrasi narkoba

ESENSI.TV -

POLRI dan Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerja sama dengan Kepolisian Nasional Filipina menangkap gembong narkoba Gregor Johann Hass alias Fernando Tremendo.

Gembong asal Australia ini sebelumnya menjadi buronan BNN.

Kepala Biro Humas dan Protokol BNN RI, Sulistyo Pudjo Hartono menerangkan, Gregor Johann Hass menjadi buronan BNN setelah terindikasi terlibat kasus peredaran narkoba di Indonesia dan Filipina. BNN telah menelusuri jaringan narkoba yang telah tertangkap sebelumnya.

Hasil penyelidikan, Gregor Johann Hass ternyata berada di luar negeri. Karena itu, BNN meminta bantuan kepada Divhubinter Mabes Polri untuk menerbitkan red notice kepada interpol.

“Saudara Gregor Johann Hass atau JGH seorang laki-laki berkebangsaan Australia laki-laki dan beralamat Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat,” kata Pudjo dalam keterangannya dikutip dari Liputan6, Kamis (16/5/2024).

Pudjo mengatakan, Gregor Johann Hass ditemukan di Cebu, Filipina pada Rabu 15 Mei 2024. Saat ini, dia telah diamankan. “Dan akan segera jemput untuk mempertanggungjawabkan perbuatan di Indonesia,” ujar dia.

Baca Juga  Ganjar - Mahfud Janji Akan Tegas Tegakkan Hukum dan Berantas Korupsi

Pudjo mengatakan, pihaknya akan mengungkap jaringan yang melibatkan Gregor Johann Hass baik itu Indonesia maupun di negara lain. “Karena yang bersangkutan warga negara Australia dan juga banyak bergerak tidak hanya di Indonesia tapi juga kemarin di Filipina dan lain-lain. Kita sangat berhati-hati dalam upaya penegakan ini,” ucap dia.

Pudjo menjelaskan, sepak-terjang Gregor Johann Hass di Indonesia, terkuak usai BNN membongkar peredaran narkoba jenis sabu pada 5 Desember 2023. Dalam penangkapan jaringan Gregor Johann Hass, BNN menyita sabu dengan berat 5 kilogram.

“Jadi beberapa jaringannya sudah kita tangkap tapi kita belum bisa ungkap secara umum karena ini masih menyangkut jaringan yang tidak hanya di Indonesia tapi juga di tempat lain seperti negara asal dan tempat ditangkapnya,” ucap dia.

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life