Ekonomi

Inilah Sebabnya Mengapa Indonesia Bukan Negara Penentu Harga Komoditas Ekspor

Meski sebagai produsen dan pengekspor utama sejumlah komoditas namun Indonesia bukanlah penentu harga atau price maker.

Padahal Indonesia menjadi pengekspor utama dalam beberapa komoditas besar seperti nikel, batu bara, bauksit, karet, kakao, hingga kelapa sawit.

Anggota Panitia Kerja (Panja) Komoditas Komisi VI DPR RI Luluk Nur Hamidah  mempertanyakan itu kepada pakar ekonomi, Faisal Basri.

Pertanyaan itu diutarakan pada rapat dengar pendapat umum (RDPU) Panja Komoditas Komisi VI Senayan, Jakarta, Kamis (30/3/2023).

Ia mencontohkan ketika gonjang ganjing skandal minyak goreng. Produksi sawit Indonesia mencapai 51 juta ton sementara Malaysia 19 juta ton.

“Tapi tetap saja mereka (Malaysia) yang menentukan harganya. Mengapa Malaysia itu bisa menjadi acuan?” tanya Luluk.

Menurutnya, jika mekanisme penentuan harga didasarkan oleh jumlah komoditas yang diekspor, seharusnya Indonesia bisa menjadi penentu harga dari komoditas kelapa sawit.

“Apakah karena Malaysia menjadi pemain pertama dalam komoditas kelapa sawit? Atau ada hal-hal lain selain jumlah ekspor yang menjadi variabel penentu? Sehingga mereka menjadi penentu harga acuan,” tanya Luluk lagi.

“Apakah benar menurut Mas Faisal, data transaksi yang tidak sinkron menjadi probelum terkait. Sehingga menghambat kita untuk bisa jadi referensi dunia yang terkait dengan bursa komoditas itu,?” tambahnya.

Pakar Ekonomi Faisal Basri menjelaskan bahwa ada variabel yang menjadi penentu bisa atau tidaknya sebuah negara menjadi penentu harga.

Salah satunya adalah logistic cost. Menurutnya, bahwa logistic cost di Indonesia cukup tinggi, yaitu di angka 20 persen.

Sehingga apabila bursanya ada di Indonesia, maka biaya yang harus dikeluarkan akan lebih besar.

“Struktur yang dibangun oleh pemerintahan Pak Jokowi tidak mengurangi secara signifikan biaya logistik yang kira-kira 20 persen dari ongkos. Sementara negara-negara lain hanya satu digit seperti 8 persen atau 6 persen. Jadi kita tidak punya daya saing,” pungkasnya. *

#beritaviral
#beritaterkini

Email : junitaariani@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang

Junita Ariani

Recent Posts

Gas Giant Tata Surya Kita, Inilah Fakta Menarik Jupiter

Jupiter, planet terbesar di Tata Surya, penuh dengan fakta-fakta menarik yang menunjukkan kehebatannya. Dengan diameter…

41 mins ago

Merkurius, Seperti Apa Planet Terdekat Matahari?

Merkurius, planet terdekat dengan Matahari, adalah dunia yang penuh dengan fakta menarik dan misteri yang…

3 hours ago

Besok, Jemaah Haji Indonesia Mulai Diberangkatkan ke Mekkah

Senin, 20 Mei 2024 menjadi gelombang pertama jemaah haji Indonesia yang diberangkatkan ke Mekkah. Sebanyak…

3 hours ago

Salim Said Mendayung di Dua Dunia: Pengamat Film dan Pakar Militer

Salim Said adalah sosok yang unik. Di satu sisi, dia adalah seorang pengamat film yang…

4 hours ago

Venus Itu Planet Seperti Apa Sih?

Venus, tetangga terdekat Bumi dalam Tata Surya, adalah planet yang penuh dengan keajaiban dan kontradiksi…

5 hours ago

Menko PMK Muhadjir Kritik Kenaikan UKT, Kebijakan Sembrono

SEJUMLAH perguruan tinggi negeri (PTN) secara tiba-tiba menaikkan uang kuliah tunggal (UKT). Tak heran belakangan…

5 hours ago