Home » Libur Idulfitri Sebabkan Nilai Ekspor Industri April Mengalami Kontraksi

Libur Idulfitri Sebabkan Nilai Ekspor Industri April Mengalami Kontraksi

by Junita Ariani
2 minutes read

ESENSI.TV - JAKARTA

Sektor industri manufaktur kembali memberikan kontribusi paling tinggi terhadap capaian nilai ekspor nasional pada periode Januari-April 2023.

Ekspor industri pengolahan menyumbang 70,21% atau mencapai USD60,63 miliar dari total ekspor dalam periode tersebut sebesar USD86,35 miliar.

Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Febri Hendri Antoni Arif mengatakan, pertumbuhan ekspor secara bulanan terendah pada April 2023.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), hal itu disebabkan libur Idulfitri. Nilai ekspor secara tahunan di April 2023 juga mengalami kontraksi akibat pengaruh turunnya harga komoditas.

“Kami meyakini, kinerja ekspor sektor industri ke depan akan kembali meningkat setelah lepas dari pandemi,” ujar Febri di Jakarta, Rabu (17/5/2023).

Keyakinan itu kata Febri, didukung oleh indikator kinerja sektor industri yang menunjukkan pertumbuhan positif dan ekspansi.

Ia mengatakan, meski kondisi perekonomian global menjadi tantangan, Purchasing Manager’s Index (PMI) Manufaktur Indonesia dan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) menunjukkan level ekspansi.

Sementara itu, sektor industri pengolahan nonmigas menyumbang 67,32% dari total ekspor nasional pada April 2023. Pangsa pasar utama ekspor industri pengolahan nonmigas meliputi Tiongkok (22,90%), Amerika Serikat (11,91%), dan Jepang (5,85%).

BPS menyebutkan, barang perhiasan dan barang berharga dan minyak kelapa sawit penyebab utama penurunan nilai ekspor industri pengolahan nonmigas secara bulanan.

“Kerja sama dengan negara mitra dan investor global dapat menjadikan Indonesia masuk di rantai pasok global. Meningkatkan daya saing industri, dan membuka pasar luar negeri yang lebih luas,” tutup Febri.

Pada April 2023, total impor juga mengalami penurunan dari USD20,59 miliar pada Maret 2023 menjadi USD15,35 miliar atau sebesar 25,45%.

Impor Menurun

Nilai impor bahan baku/penolong pada April 2023 turun 23,26% (m-to-m). Nilai impor juga turun untuk seluruh jenis barang impor menurut penggunaan. Baik bahan baku/penolong, barang modal, maupun barang konsumsi.

Baca Juga  Cegah PHK di Industri Padat Karya, Kemnaker Terbitkan Permenaker No 5/2023

“Pola musiman mempengaruhi penurunan kebutuhan bahan baku dan barang modal untuk kegiatan produksi,” jelas Febri.

Penurunan impor bahan baku juga dapat disebabkan oleh kondisi pasar global. Hal ini sejalan dengan penurunan yang terjadi pada nilai ekspor.

Terutama untuk subsektor berorientasi ekspor seperti industri tekstil dan produk tekstil (TPT), industri kulit dan alas kaki, serta industri furnitur.

Sementara itu, pada industri plastik, penurunan impor bahan baku terjadi di April ini. Karena pada bulan sebelumnya telah terjadi peningkatan impor resin sintetis.

Peningkatan impor pada bulan Maret mengindikasikan terjadinya kenaikan tingkat produksi pada kelompok industri barang dari plastik. Bertepatan dengan persiapan Idul Fitri 1444 H.

Menghadapi kondisi menurunnya impor bahan baku, kata Febri, Kemenperin akan mendorong peningkatan ekspor dan penguasaan pasar dalam negeri.

Kemenperin terus berupaya menjalankan langkah-langkah strategis untuk menjaga pasar bagi produk-produk hasil manufaktur di Indonesia.

Di antaranya dengan kebijakan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas di dalam negeri serta penguatan struktur industri nasional. Hilirisasi juga meningkatkan peluang tersedianya lapangan pekerjaan baru di Indonesia.

Untuk menguasai pasar domestik, diperlukan produk-produk dalam negeri yang terjangkau dan kualitasnya dapat disandingkan dengan produk impor.

Upaya Kemenperin untuk penguasaan pasar domestik ini ditempuh melalui program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).

Kemudian, akselerasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), dan penyederhanaan aturan sertifikasi TKDN bagi Industri Kecil.

Keikutsertaan sebagai official partner country pada Hannover Messe 2023, April lalu merupakan salah satu implementasi kerja sama bilateral dengan Jerman.*

#beritaviral
#beritaterkini

Email : junitaariani@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life

Pagespeed Optimization by Lighthouse.