Home » Jepang Terletak di Zona Gempa Paling Aktif di Dunia

Jepang Terletak di Zona Gempa Paling Aktif di Dunia

by Erna Sari Ulina Girsang
2 minutes read
Tokyo, Jepang. Foto: Image by Freepik

ESENSI.TV - JAKARTA

Tahukah kamu bahwa Jepang terletak di salah satu zona gempa paling aktif di dunia, sehingga gempa sangat sering terjadi di negara itu.

Lempeng Filipina dan lempeng Pasifik bergerak menuju lempeng benua Eurasia dan Amerika Utara yang jauh lebih besar. Pergerakannya bisa mencapai sekitar 9cm setiap tahunnya.

Seperti dilansir dari BBC, gempa bumi di Jepang masih mempunyai kekuatan untuk menyebabkan kerusakan yang luas, namun negara tersebut telah membuat kemajuan dalam merancang bangunannya agar tahan terhadap gempa.

Ketika gempa besar melanda Tokyo pada tahun 1923, gempa tersebut meratakan sebagian besar kota.

Hal ini berujung pada penyusunan peraturan bangunan tahan gempa pertama di Jepang. Sejak saat itu, bangunan baru perlu diperkuat dengan baja dan beton. Bangunan kayu akan memiliki balok yang lebih tebal.

Setiap kali negara ini dilanda gempa besar, kerusakan yang ditimbulkan telah dipelajari dan peraturannya diperbarui.

Lompatan terbesar terjadi pada tahun 1981 setelah semua bangunan baru memerlukan tindakan isolasi seismik. Sekali lagi, setelah gempa Kobe pada tahun 1995, lebih banyak pelajaran yang dapat dipetik.

Baca Juga  Sejarah Manusia, Diduga Muncul di Afrika pada 300.000 Tahun yang Lalu

Saat ini sudah menjadi hal yang lumrah bagi masyarakat untuk memprioritaskan tinggal di bangunan yang dibangun setelah tahun 1981.

Gempa Berkekuatan 7,6 SK

Sebelumnya, korban meninggal dunia akibat gempa berkekuatan 7,6 skala Richter di Jepang yang terjadi pada Senin (1/12/2024) dilaporkan telah mencapai 48 orang dan menyebabkan rumah-rumah runtuh, serta memicu peringatan tsunami.

Gempa memicu naiknya gelombang air laut setinggi sekitar 1 meter di sepanjang pantai barat Jepang dan negara tetangga Korea Selatan.

Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, mengatakan gempa tersebut telah menimbulkan banyak korban jiwa dan mereka harus “berpacu dengan waktu” untuk menyelamatkan para korban yang selamat.

Seperti dilansir dari laporan langsung BBC, sekitar 1.000 tim penyelamat sedang mencari orang-orang yang mereka pikir mungkin terjebak di bawah reruntuhan.

Militer Jepang telah membagikan perbekalan termasuk makanan, air dan selimut bagi mereka yang harus meninggalkan rumah.

Email: ernasariulinagirsang@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang/Raja Napitupulu

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life