Home » Kopi Malabar Jawa Barat dan Gayo Aceh Jadi Primadona di Pasar Australia

Kopi Malabar Jawa Barat dan Gayo Aceh Jadi Primadona di Pasar Australia

by Nazarudin
2 minutes read
Kopi Malabar Jabar

ESENSI.TV -

KOPI Indonesia masih menjadi pusat perhatian di hari ketiga penyelenggaraan Melbourne International Coffee Expo (MICE) 2024 di Melbourne, Australia.

Antusiasme tinggi para pengunjung yang terus berdatangan menikmati kopi Indonesia sekaligus menjajaki kerja sama importasi produk kopi Indonesia.

Di hari terakhir penyelenggaraan, Indonesia berhasil mencatat minat besar penikmat kopi di Australia. Kopi Malabar dari Jawa Barat dan kopi Gayo dari Aceh menarik perhatian banyak pengunjung MICE 2024.

Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Sydney Christhophorus Barutu mengaku senang dengan capaian Indonesia di MICE tahun ini.

“Dukungan seluruh peserta pameran asal Indonesia, antusiasme pengunjung Paviliun Indonesia, serta permintaan dari beberapa buyers potensial menunjukkan bahwa kopi Indonesia sangat diminati di pasar internasional,” kata Christhophorus dikutip dari laman Kemendag, Kamis, 16 Mei 2024.

Dia menyampaikan, Kopi Malabar dari Jawa Barat dan kopi Gayo dari Aceh menarik perhatian banyak pengunjung MICE 2024. Keduanya memiliki keunikan profil dalam rasanya.

Jenis kopi yang dibawa ke MICE merupakan simbol dari keragaman dan kekayaan kopi Indonesia berkualitas tinggi yang dikenal memiliki cita rasa yang unik. “Keunikan profil rasanya menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung,” terang Christhophorus.

Nilai Transaksi Paviliun Indonesia di MICE 2024 Hampir Rp 7 Miliar

Selain kopi, produk ramah lingkungan asal Indonesia yang dipamerkan juga turut menarik perhatian pengunjung. Salah satunya, produk sedotan dan gelas milik PT Ijonesia yang terbuat dari rumput laut. Banyak pengunjung yang terkesan dengan fungsi dan proses pembuatan kedua produk tersebut.

Baca Juga  KBRI Singapura Gandeng Coffee Shop Untuk Promosikan Kopi Indonesia

Paviliun Indonesia berhasil mencatat transaksi signifikan sepanjang pameran dengan penjualan yang melampaui ekspektasi. Kesuksesan ini tidak hanya mencerminkan kualitas produk yang ditawarkan, tapi juga efektivitas strategi promosi dan jaringan yang sebelumnya telah dibangun.

Di hari ketiga, Paviliun Indonesia berhasil membukukan transaksi potensial sebesar USD 218 ribu, sehingga total potensi transaksi selama MICE 2024 mencapai USD 427 ribu atau Rp6,84 miliar, ditambah nilai transaksi LoI sebesar USD 39,62ribu atau Rp635 juta.

Christhophorus mengatakan, kesuksesan partispasi Indonesia pada MICE 2024 ini menjadi momentum bagi produk kopi nasional untuk semakin dikenal di Australia. “Hal ini diharapkan dapat meningkatkan volume ekspor kopi Indonesia, sehingga semakin berdaya saing di tengah maraknya berbagai jenis kopi dari negara kompetitor lainnya,” ungkapnya.

Sementara di sela pameran, Paviliun Indonesia juga mengadakan penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Bank Indonesia dan Aslan Coffee serta Ariga Coffee untuk pembelian biji kopi dari beberapa produsen kopi Indonesia yang akan dijual ke pasar Australia.

Penandatanganan disaksikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Doni Primanto Joewono dan Wakil Kepala Perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Australia, Lintang Paramitasari.

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life