Home » KPK: Keluarga SYL Berpotensi Terjerat Kasus TPPU

KPK: Keluarga SYL Berpotensi Terjerat Kasus TPPU

by Raja H. Napitupulu
2 minutes read
SYL

ESENSI.TV - JAKARTA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan keluarga mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) berpotensi terjerat Pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Khususnya jika terpenuhi unsur kesengajaan.

“Kalau TPPU ini ada uang hasil kejahatan dan kemudian berubah menjadi nilai ekonomis. Baik itu misalnya dibelikan rumah, rumah itu kemudian diserahkan kepada keluarga inti atau siapa pun. Ada kesengajaan dan dia tahu rumah ini itu diperoleh dari kasus kejahatan, bisa dihukum? Bisa,” ujar Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (03/05/2024).

Ia mengatakan, penghasilan setiap penyelenggara negara bisa diukur. Apabila ada harta atau aset yang tidak sesuai dengan profilnya, maka hal itu patut dicurigai.

Kasus Sekretaris MA

Ia mencontohkan, kasus penanganan kasus Sekretaris Mahkamah Agung (MA) nonaktif Hasbi Hasan. KPK sudah menetapkan Hasbi sebagai tersangka kasus dugaan pencucian uang dengan tindak pidana awal yaitu suap.

“Contoh dalam perkara Hasbi Hasan itu kan jelas penghasilannya berapa, kemudian dia menyerahkan rumah dengan harga miliaran kepada seseorang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka (Windy Idol), dan dia (Windy Idol) tahu,” terangnya.

“Maka, dia (Windy Idol) jatuhnya menikmati hasil kejahatan korupsi yang berubah jadi aset. Itu artinya TPPU dan dia bisa dikenakan TPPU, Pasal pasif. Bukan pelaku TPPU, tapi dia turut menikmati hasil dari kejahatan,” lanjutnya.

Baca Juga  Pasar Chow Kit, Surganya Indonesia di Malaysia

Ali menegaskan keluarga SYL juga bisa dikenakan Pasal TPPU seperti Windy Idol. Hanya saja, hal tersebut harus dibuktikan terlebih dahulu kasus utamanya. Yaitu dugaan pemerasan dan penerimaan gratifikasi, serta ada unsur kesengajaan.

“Ya sangat-sangat dimungkinkan ketika terpenuhi unsur kesengajaan, turut menikmati dari hasil kejahatan. Yang itu nanti terbukti terlebih dahulu kejahatan korupsinya,” tegas Ali.

Korupsi untuk Keperluan Pribadi SYL

Sebelumnya, dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, terungkap SYL menggunakan anggaran Kementerian Pertanian untuk kepentingan pribadi dan keluarganya.

Seperti untuk pembayaran dokter kecantikan anak, renovasi rumah anak. Juga ada setoran ke istri SYL setiap bulan. Pembelian mobil untuk anak, hingga membayar tagihan kartu kredit SYL.

SYL didakwa melakukan pemerasan hingga mencapai Rp44,5 miliar dan menerima gratifikasi dianggap suap sejumlah Rp40,6 miliar selama periode 2020-2023.

Tindak pidana itu dilakukan SYL bersama-sama dengan dua terdakwa lainnya yaitu Sekretaris Jenderal Kementan Kasdi Subagyono dan Direktur Alat dan Mesin Pertanian Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Kementan Muhammad Hatta.

Editor: Raja H. Napitupulu

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life