Home » KPU Langgar Kode Etik, Mungkinkah DKPP Mau Cari Panggung?

KPU Langgar Kode Etik, Mungkinkah DKPP Mau Cari Panggung?

by Junita Ariani
2 minutes read
Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung.

ESENSI.TV - MEDAN

Keputusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) terkait Pemilu 2024 dipertanyakan. Pasalnya, lembaga tersebut menyatakan, Ketua KPU dan para anggota KPU telah melanggar sejumlah pasal dalam Peraturan DKPP Nomor 2 Tahun 2027. Tentang Kode Etik dan Pedoman Penyelenggara Pemilu.

Jika DKPP tanggap, keputusan ini tidak keluar mepet pada saat jelang menghitung hari menuju hari pencoblosan.

“Semoga keputusan DKPP tidak menjadi amunisi untuk siapapun yang mempergunakan politik. Untuk mengangg suasana kenyamanan pemilu kita,” kata Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung.

Menurut Doli, dirinya tidak paham motifnya. Ia bisa mengindikasikan bahwa mungkin (DKPP) mau ikut tampil juga cari panggung biar ramai atau semoga ini tidak terjadi.

“Mungkin ada indikasi ‘masuk angin’ ada permainan politik,” tanggap Doli dalam keterangannya dikutip, Sabtu (10/2/2024) di Meda, Provinsi Sumatera Utara.

Ke depannya, Politisi Fraksi Golkar ini berharap DKPP berbenah diri.

Melakukan Pelanggaran Etika

Sebagai informasi, pada Senin (5/2/2024) lalu, DKPP telah menetapkan Ketua KPU Hasyim Asy’ari dan beberapa anggota KPU telah melakukan pelanggaran etika.

Baca Juga  Mahfud MD Ajak KPU Banding Putusan PN Jakpus Tunda Pemilu 2024

Dengan menerima pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden dalam Pemilu 2024. Keputusan ini diumumkan dalam sidang pembacaan putusan DKPP.

Selain Hasyim Asy’ari, anggota KPU yang dinyatakan melanggar etika adalah Betty Epsilon Idroos, Mochammad Affifudin, Persadaan Harahap. Kemudian, Yulianto Sudrajat, Idham Holik, dan August Mellaz.

Dalam sidang tersebut, DKPP menegaskan bahwa Hasyim dan rekan-rekannya telah menerima pendaftaran Gibran Rakabuming Raka sebagai bakal calon wakil presiden pada 25 Oktober 2023.

Menurut DKPP, tindakan ini dianggap melanggar prosedur dalam pembuatan aturan penerimaan calon presiden dan calon wakil presiden, sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 19 Tahun 2023.

Selanjutnya, Hasyim Asy’ari diberi sanksi peringatan keras terakhir. Sementara anggota KPU lainnya diberi sanksi peringatan keras.

Anggota KPU yang diberi sanksi, antara lain Yulianto Sudrajat, August Mellaz, Betty Epsilon Idroos. Persadaan Harahap, Idham Holik dan Mochammad Affifudin. *

#beritaviral
#beritaterkini

Email : junitaariani@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang/Raja H Napitupulu

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life