Home » Madinah Sangat Panas, Jemaah Lansia Diimbau Tak Paksakan Arbain, Hemat Tenaga

Madinah Sangat Panas, Jemaah Lansia Diimbau Tak Paksakan Arbain, Hemat Tenaga

by Junita Ariani
2 minutes read

ESENSI.TV - MADINAH

Para jemaah lansia yang sudah tiba di Tanah Suci diimbau untuk menjaga kesehatan dengan sebaik-baiknya. Pasalnya, suhu di Kota Madinah saat ini mencapai hingga 40 derajat Celcius.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan RI, Liliek Marhaendro Susilo mengatakan itu saat konferensi pers, Kamis (25/5/2023).

Konferensi dilakukan di Media Center Haji Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Pusat di kompleks Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

“Para jemaah khususnya para jemaah lansia untuk tetap menjaga kesehatan dan menghindari aktivitas di luar ruang,” kata Liliek.

Dikatakannya, di tengah suhu yang berbeda dengan di Tanah Air, jemaah diminta untuk menghemat tenaga agar bisa menunaikan rangkaian haji yang utama. Seperti wukuf di Arafah nanti.

Biasanya, setibanya di Madinah banyak jemaah Indonesia yang melaksanakan solat berjemaah sebanyak 40 waktu atau arbain.

“Tidak perlu dilakukan jika merepotkan atau bahkan membahayakan jiwa. Terutama bagi jemaah lansia. Tidak perlu memaksakan solat berjemaah di Masjid Nabawi di tengah cuaca yang sangat panas ini,” imbaunya lagi.

Jemaah kata dia, bisa menunaikan salat di pemondokan, untuk menghindari kelelahan.

Panduan yang Patut Dilakukan

Menurut Liliek, untuk menghindari kebingungan selama beribadah di Masjid Nabawi, ada beberapa panduan yang patut dilakukan. Pertama, mencatat nama dan nomor pemondokan sebelum berangkat ke Masjid Nabawi.

Kedua, memberi tahu dan mencatat nomor kontak Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di pemondokan. Ketiga, mengenakan identitas pengenal, terutama gelang jemaah.

Baca Juga  PPIH Arab Saudi Imbau Jemaah Tak Paksakan Arbain di Tengah Cuaca Panas

“Jangan tukar menukar gelang dengan jemaah lainnya,” jelasnya.

Keempat, pergi dan pulang secara berkelompok. Kelima, menggunakan pelembab kulit dan bibir untuk menghindari iritasi akibat cuaca panas.

Keenam, selalu mengunakan alas kaki dan kaus kaki untuk menghindari kaki melepuh.

“Jika kehilangan alas kaki, jangan memaksakan diri pulang ke hotel tanpa sandal di siang hari. Sebab, jalanan yang dilalui sangat panas. Hubungi petugas yang ada di sekitar jemaah,” ungkap Liliek.

Ketujuh, lanjutnya, upayakan selalu membawa dan minum air mineral 200 ml/jam secara teratur untuk menghindari dehidrasi. Jemaah diimbau meminum oralit 1 sachet per hari dicampur dengan 300 ml air mineral untuk memulihkan kebugaran tubuh.

Kedelapan, atur irama keberangkatan dan kepulangan dari pemondokan menuju Masjid Nabawi, dan sebaliknya. Ini untuk menghindari penumpukan antrian lift di pemondokan.

Kesembilan, selalu menjaga ketertiban selama beribadah di Masjid Nabawi. Dan, terakhir atau kesepuluh, makan tepat waktu dan beristirahat yang cukup.

Liliek menambahkan, hingga Kamis (25/5/2023) pagi pukul 09.31 WIB, jemaah yang sudah terbang ke Tanah Suci melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta berjumlah 8.446 orang.

Tergabung dalam 22 kelompok terbang (kloter). Adapun jemaah yang sudah tiba di Kota Madinah berjumlah 6.206 orang dalam 16 kloter. Data tersebut khusus jemaah haji, di luar petugas kloter. *

#beritaviral
#beritaterkini

Email : junitaariani@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life