Home » Menko Perekonomian: Kondisi Ekonomi Indonesia Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global

Menko Perekonomian: Kondisi Ekonomi Indonesia Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global

by Erna Sari Ulina Girsang
2 minutes read
Menteri Perekonomian RI Airlangga Hartarto dan Presiden Joko Widodo dalam acara laporan Ekonomi Outlook 2024, di Jakarta, Jumat (21/12/2023) lalu. Foto: Kemenko Perekonomian

ESENSI.TV - JAKARTA

Di penghujung tahun 2023, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto melaporkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia masih terjaga, di tengah ketidakpastian global.

Dia mengatakan secara fundamental, ekonomi Indonesia masih kuat. Kemudian, inflasi dari rasio utang Pemerintah terhadap produk domestik bruto (PDB) juga masih terkendali.

“Kepada Bapak Presiden Joko Widodo saya laporkan bahwa ditengah ketidakpastian global, fundamental ekonomi Indonesia masih tetap terjaga. Tingkat inflasi relatif terkendali dan rasio utang Pemerintah juga berada dalam level yang aman,” ujar Airlangga Hartarto dalam acara laporan Ekonomi Outlook 2024, di Jakarta, Jumat (21/12/2023) lalu.

Acara itu juga dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dan jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju dan pemimpin lembaga negara.

Dari aspek moneter, Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung menyebutkan bahwa The Fed cenderung akan menurunkan suku bunga di tahun 2024 seiring dengan penurunan inflasi di AS.

Kebijakan moneter tahun 2024 fokus kepada stabilitas melalui pengendalian inflasi dan menjaga nilai tukar.

Dalam upaya pengendalian inflasi di tengah kenaikan harga pangan, Bank Indonesia bersama stakeholders terkait melaksanakan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan.

Kebijakan Makroprudensial

Seperti dilansir keterangan Kementerian Perekonomian, dari kebijakan makroprudensial akan didorong akomodatif dan pro-growth melalui kebijakan LTV yang tetap longgar, dan kebijakan insentif likuiditas makroprudensial untuk sektor-sektor tertentu.

Untuk sektor jasa keuangan, Ketua DK OJK Mahendra Siregar menjelaskan bahwa dengan melihat kondisi sepanjang tahun 2023, sektor jasa keuangan dilihat dari sisi likuiditas, kecukupan modal, ruang pertumbuhan kredit, kesehatan dan ketangguhan dari sektor jasa keuangan, baik itu perbankan, pembiayaan, pasar modal, dan industri-industri keuangan lainnya terjaga baik.

Baca Juga  Cadangan Devisa Indonesia September 2023 Menurun, Ini Penyebabnya

Untuk mengakselerasi pertumbuhan maupun upaya pembangunan, OJK fokus kepada pendalaman sektor jasa keuangan yang sudah ada maupun industri baru yang terus dikembangkan dan sinergikan dengan jasa keuangan yang sudah mapan.

Selanjutnya Ekonom Senior Chatib Basri menerangkan terkait isu-isu yang harus diantisipasi di tahun 2024 yaitu terdapat ruang The Fed untuk menurunkan tingkat suku bunga di paruh kedua tahun 2024.

Namun perlu adanya diantisipasi terkait dengan USD bills yang akan menyebabkan volatilitas pasar obligasi di AS.

Selain itu, perlambatan ekonomi Tiongkok di tahun 2024 juga akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Konflik Hamas dan Israel akan mendorong kenaikan harga minyak dunia, namun apabila harga minyak dunia naik, hal ini akan dapat diserap oleh APBN di tahun 2024 mengingat hingga bulan November 2023, defisit APBN masih kecil sehingga masih terdapat ruang fiskal untuk mengantisipasi hal tersebut.

Selanjutnya, dampak El Nino menyebabkan kenaikan harga beras. Kebijakan Pemerintah sudah tepat dengan kebijakan bantuan pangan dan BLT, namun cakupannya harus diperluas. (dep1/map/fsr)

Email: ernasariulinagirsang@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang/Raja H Napitupulu

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life