Home » Menko PMK Muhadjir Kritik Kenaikan UKT, Kebijakan Sembrono

Menko PMK Muhadjir Kritik Kenaikan UKT, Kebijakan Sembrono

by Nazarudin
1 minutes read
demo kenaikan ukt

SEJUMLAH perguruan tinggi negeri (PTN) secara tiba-tiba menaikkan uang kuliah tunggal (UKT). Tak heran belakangan ini, para mahasiswa protes.

Misalnya Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Universitas Negeri Riau (Unri) hingga Universitas Sumatera Utara (USU) Medan melakukan protes terhadap kenaikan UKT.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy pun mengkritik kenaikan UKT di sejumlah PTN. Dia meminta kepada PTN bijaksana dalam mengambil keputusan terkait kenaikan UKT.

Bahkan, kata dia, perlu ada kontrak perjanjian antara PTN dengan mahasiswa dan orang tua bahwa akan ada kenaikan UKT di tengah proses pendidikan.

“Bahkan kalau perlu nilai kenaikannya juga harus ditetapkan, jangan tiba-tiba di tengah jalan menaikkan UKT. Itu saya kira langkah yang sembrono,” kata Muhadjir di kantornya, dikutip dari CNN Indonesia.

“Itu artinya berarti kampus itu tidak punya perencanaan yang bagus dalam kaitannya dengan manajemen keuangan,” imbuhnya.

Muhadjir berpendapat kenaikan UKT setiap tahun tak masalah jika ada kesepakatan antarpihak. Sebaiknya kenaikan UKT tidak berlaku bagi mahasiswa lama.

“Kenaikan UKT kenakan kepada mahasiswa baru. Kalau itu mahasiswa yang sudah berada di dalam tiba-tiba kemudian ada kenaikan, saya sangat memahami kalau mereka merasa kemudian dijebak,” ujarnya.

“Mereka kan tidak mungkin mundur, tidak mungkin kemudian resign karena UKT yang naik,” imbuhnya.

Baca Juga  Ini Ragam Gagasan Cawapres Untuk Pembangunan Berkelanjutan

Belakangan ini mahasiswa Unsoed memprotes lantaran ada kenaikan uang kuliah hingga lima kali lipat. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsoed juga melayangkan protes terhadap rektorat atas kebijakan itu. Mereka tidak terima uang kuliah dinaikkan drastis dan tanpa informasi memadai.

Merespons aksi protes itu, rektorat Unsoed akhirnya mencabut kebijakan kenaikan UKT. Keputusan diambil setelah rektorat menggelar rapat pimpinan di akhir pekan sebelumnya.

Kasus lainnya terjadi di Universitas Negeri Riau (Unri) ketika seorang mahasiswa bernama Khariq Anhar memprotes ketentuan Iuran Pembangunan Institusi (IPI) dalam UKT yang harus dibayar mahasiswa Unri.

Dia berdemonstrasi dengan meletakkan jas almamater di depan kampus seperti berjualan, 4 Maret 2024. Khariq juga merekam aksi itu dalam bentuk video.

Dua pekan setelah aksi unjuk rasa, Khariq menerima kabar telah dilaporkan ke kepolisian. Ia dilaporkan oleh Rektor Unri Sri Indarti atas dugaan pelanggaran UU ITE. Dia tidak menyangka akan ada pelaporan semacam itu.

Sementara itu ratusan mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) Medan memprotes kenaikan UKT 2024 yang lebih dari 100 persen. Mereka mendesak Rektor USU Muryanto Amin mundur dari jabatannya karena dinilai membuat kebijakan yang semena-mena.

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life