Home » MERENUNGKAN MAKNA PENDIDIKAN

MERENUNGKAN MAKNA PENDIDIKAN

by Raja H. Napitupulu
4 minutes read
Hardiknas

ESENSI.TV - JAKARTA

Apa itu Pendidikan? Pendidikan pada dasarnya adalah proses pembelajaran yang bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan karakter seseorang.  Bisa juga diartikan sebagai usaha untuk mendewasaan seseorang secara lahir dan batin.

Ada beberapa definisi pendidikan yang dikemukakan oleh para ahli dan dalam undang-undang:

  1. UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional: Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
  2. Langeveld, ahli pedagogik dari Belanda: Pendidikan adalah suatu bimbingan yang diberikan oleh orang dewasa kepada anak yang belum dewasa untuk mencapai tujuan, yaitu kedewasaan.

Secara umum, pendidikan dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Pertama, menurut jenjang. Pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar (SD), pendidikan menengah (SMP/SMA), dan pendidikan tinggi.

Kedua, menurut fungsinya. Pendidikan formal (sekolah), pendidikan non-formal (kursus), dan pendidikan informal (belajar dari pengalaman sehari-hari).

Ketiga, menurut tujuannya. Pendidikan substansial (pengetahuan dan keterampilan dasar), pendidikan instrumental (mencapai tujuan tertentu), dan pendidikan ornamental (memperkaya wawasan).

Intinya, pendidikan itu penting untuk membekali diri dengan kemampuan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk menjalani kehidupan.  Pendidikan dapat diperoleh dari berbagai macam cara dan tempat, tidak hanya dari sekolah formal.

Pendidikan Teologis, Ontologis, dan Aksiologis

Pendidikan Teologis

Pendidikan teologis adalah pendidikan yang bertujuan untuk menanamkan dan mengembangkan pemahaman tentang agama dan kepercayaan. Pendidikan biasanya diberikan di lembaga pendidikan agama, seperti sekolah teologi, pesantren, dan seminari. Mencakup berbagai materi, seperti sejarah agama, doktrin agama, dan etika agama.

Pendidikan teologis berfokus pada pertanyaan tentang hakikat Tuhan, manusia, dan hubungan keduanya. Pendidikan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai agama dan moral pada peserta didik. Contoh pendidikan teologis adalah Pendidikan agama di sekolah, Pendidikan di pesantren, dan Pendidikan di seminari.

Pendidikan teologis mengarah dan mengasah manusia untuk membantu individu untuk memahami makna hidup, membantu individu untuk hidup dengan lebih bermoral, dan membantu individu untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan Tuhan dan orang lain.

Pendidikan Ontologis

Pendidikan ontologis adalah pendidikan yang bertujuan untuk memahami hakikat realitas dan keberadaan. Pendidikan ini biasanya berfokus pada studi tentang metafisika, epistemologi, dan ontologi. Pendidikan ontologis dapat membantu individu untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan analitis tentang sifat realitas, pengetahuan, dan keberadaan.

Pendidikan ontologis berfokus pada pertanyaan tentang hakikat realitas dan keberadaan. Pendidikan ini bertujuan untuk membantu peserta didik memahami dunia di sekitar mereka dan tempat mereka di dalamnya.

Pendidikan ontologis membantu individu untuk memahami dunia di sekitar mereka; Membantu individu untuk berpikir kritis dan analitis; serta membantu individu untuk memecahkan masalah

Contoh pendidikan ontologis adalah Pelajaran fisika yang membahas tentang hakikat alam semesta. Pelajaran biologi yang membahas tentang hakikat kehidupan. Dan pelajaran filsafat yang membahas tentang hakikat realitas

Pendidikan Aksiologis

Pendidikan aksiologis adalah pendidikan yang bertujuan untuk memahami nilai-nilai dan moralitas. Pendidikan ini biasanya berfokus pada studi tentang etika, filsafat moral, dan nilai-nilai kemanusiaan. Pendidikan aksiologis dapat membantu individu untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan analitis tentang nilai-nilai, moralitas, dan etika.

Pendidikan aksiologis berfokus pada pertanyaan tentang nilai dan moral. Pendidikan ini bertujuan untuk membantu peserta didik mengembangkan karakter yang baik dan membuat keputusan yang etis.

Pendidikan aksiologis membantu individu untuk membuat keputusan yang etis. Membantu individu untuk hidup dengan lebih bertanggung jawab. Serta membantu individu untuk berkontribusi pada masyarakat

Ketiga jenis pendidikan ini saling terkait dan dapat saling melengkapi. Pendidikan teologis dapat memberikan landasan spiritual dan moral bagi individu, pendidikan ontologis dapat membantu individu untuk memahami realitas dan keberadaan dengan lebih baik, dan pendidikan aksiologis dapat membantu individu untuk mengembangkan pemahaman tentang nilai-nilai dan moralitas.

Baca Juga  Menag: Jadikan Pramuka Wirakarya Nasional Gerakan Adaptif Hadapi Perubahan Zaman

Falsafah Pendidikan Modern

Falsafah pendidikan modern berkembang seiring dengan perubahan zaman dan kebutuhan masyarakat. Ada beberapa aliran utama dalam filsafat pendidikan modern.

  1. Perenialisme

Perenialisme menekankan pada nilai-nilai dan pengetahuan universal yang abadi. Pendidikan bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai dan pengetahuan ini pada peserta didik agar mereka dapat hidup dengan bermoral dan berintelektual. Tokoh-tokoh penting dalam perenialisme adalah Robert Hutchins, Mortimer Adler, dan St. Thomas Aquinas.

  1. Esensialisme

Esensialisme menekankan pada penguasaan materi pelajaran yang esensial. Pendidikan bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi dunia nyata dengan membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan. Tokoh-tokoh penting dalam esensialisme adalah Alfred North Whitehead, Bernard Shaw, dan William C. Bagley.

  1. Progresivisme

Progresivisme menekankan pada pengalaman belajar yang berpusat pada peserta didik. Pendidikan bertujuan untuk membantu peserta didik mengembangkan kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, dan bekerja sama. Tokoh-tokoh penting dalam progresivisme adalah John Dewey, Jerome Bruner, dan David Kolb.

  1. Rekonstruksionisme

Rekonstruksionisme menekankan pada perubahan sosial dan politik. Pendidikan bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik menjadi agen perubahan sosial yang dapat membangun masyarakat yang lebih adil dan demokratis. Tokoh-tokoh penting dalam rekonstruksionisme adalah: Theodore Brameld, George Counts, dan John Childs.

  1. Eksistensialisme

Eksistensialisme menekankan pada kebebasan individu dan tanggung jawab untuk memilih. Pendidikan bertujuan untuk membantu peserta didik memahami diri mereka sendiri dan tempat mereka di dunia. Tokoh-tokoh penting dalam eksistensialisme adalah Jean-Paul Sartre, Martin Heidegger, dan Soren Kierkegaard.

Keenam aliran filsafat pendidikan modern ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tidak ada satu aliran yang paling benar, dan pilihan aliran pendidikan yang terbaik tergantung pada konteks dan kebutuhan masyarakat.

Pendidikan Barat versus Pendidikan Timur: Perbandingan Filosofi

Ada perbedaan mendasar dalam filosofi pendidikan antara Barat dan Timur? Berikut beberapa perbandingannya:

Fokus

Pendidikan Barat: Lebih menekankan pada individualisme, berpikir kritis, dan kemandirian. Pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi individu dan mempersiapkan mereka untuk sukses dalam masyarakat yang kompetitif.

Pendidikan Timur: Lebih menekankan pada kolektivisme, keharmonisan sosial, dan penghormatan terhadap tradisi. Pendidikan bertujuan untuk mempersiapkan individu menjadi anggota masyarakat yang bermoral dan bertanggung jawab.

Metode Pembelajaran

Pendidikan Barat: Lebih menekankan pada pembelajaran aktif, diskusi, dan pemecahan masalah. Siswa didorong untuk mempertanyakan, berdebat, dan berpikir secara mandiri.

Pendidikan Timur: Lebih menekankan pada pembelajaran menghafal, pengajaran langsung, dan penghormatan terhadap guru. Siswa diharapkan untuk menyerap pengetahuan dari guru dan para tetua.

Kurikulum

Pendidikan Barat: Lebih menekankan pada pelajaran yang beragam, termasuk sains, matematika, humaniora, dan seni. Kurikulum dapat bervariasi tergantung pada minat dan bakat siswa.

Pendidikan Timur: Lebih menekankan pada pelajaran yang berorientasi pada nilai, seperti filsafat moral, agama, dan sastra klasik. Kurikulum cenderung lebih seragam.

Hubungan Guru-Siswa

Pendidikan Barat: Hubungan guru-siswa cenderung lebih informal. Guru bertindak sebagai fasilitator dan pembimbing.

Pendidikan Timur: Hubungan guru-siswa cenderung lebih hierarkis. Guru dianggap sebagai figur otoritas yang perlu dihormati.

Standarisasi

Pendidikan Barat: Ada kecenderungan yang lebih besar untuk standarisasi pendidikan, dengan tes dan penilaian terpusat.

Pendidikan Timur: Lebih mementingkan penilaian kualitatif oleh guru dan komunitas.

Penting dicatat:

Perbedaan ini adalah gambaran umum dan tidak berlaku secara universal di semua negara Barat atau Timur. Ada variasi yang signifikan dalam sistem pendidikan di seluruh dunia. Beberapa negara dan sistem pendidikan modern menggabungkan elemen dari kedua filosofi ini untuk menciptakan pendekatan pendidikan yang holistik.

Baik pendidikan Barat maupun pendidikan Timur memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Pilihan filosofi pendidikan terbaik tergantung pada konteks sosial dan budaya masyarakat.

 

Penulis: Gus Nas (Budayawan)

Editor: Raja H. Napitupulu

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life