Home » Misbakhun Sebut Serangan Siber BSI Jadi Pelajaran Mahal bagi Perbankan

Misbakhun Sebut Serangan Siber BSI Jadi Pelajaran Mahal bagi Perbankan

by Junita Ariani
1 minutes read
Anggota Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI Mukhamad Misbakhun

ESENSI.TV - JAKARTA

Belum lama ini layanan Bank Syariah Indonesia (BSI) disinyalir mendapat serangan siber berupa ransomware yang dilakukan sekelompok peretas, Mereka menamai dirinya LockBit Ransomware Group.

Ransomware merupakan jenis malware atau perangkat lunak berbahaya, yang membuat data atau perangkat korbannya terkunci.

Untuk membuka dan mengembalikan data yang ‘tertawan’ biasanya para peretas meminta sejumlah tebusan seperti yang terjadi pada kasus BSI ini.

Belajar dari kejadian itu, Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun pun angkat biacara. Ia mengatakan kejadian itu menjadi pelajaran yang sangat mahal bagi dunia perbankan tanah air.

Ia pun meminta dunia perbankan memberikan perhatian lebih kepada pengamanan sistem yang digunakan.

Menurutnya, ini menjadi cobaan sekaligus tantangan juga pembelajaran bagi dunia perbankan di Indonesia. Yaitu, membangun sistem IT (information technology), membangun digitalisasi. Yang di sana ada aspek yang selama ini sangat penting yaitu security.

Baca Juga  Bincang Alumni Golkar Institute, Tambah Amunisi untuk Persiapan Nyaleg

“Inilah yang menurut saya menjadi tantangan ke depan. Dan, harus menjadi pembelajaran yang sangat mahal,” ujar Misbakhun di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (16/5/2023).

Politisi Fraksi Partai Golkar ini mengatakan, aspek pengamanan dan keamanan data menjadi hal yang sangat penting. Meski mampu memiliki basis data dan sistem IT yang canggih, namun bila tidak bisa mengamankan sistem yang digunakan, akan memberi celah pada timbulnya masalah baru.

Misbakhun pun menyinggung adanya permintaan tebusan untuk membuka file-file yang dicuri dan terkunci.

“Saya dengar juga berkaitan dengan urusan peras-memeras. Bagaimana para hacker itu berusaha memeras dengan jumlah uang yang sangat besar. Dan, itu tidak ada di dalam protokol penanganan krisis. Nah, ini kan juga harus dibuat nanti ke depan bagaimana cara mengamankannya,” kata Misbakhun. *

#beritaviral
#beritaterkini

Email : junitaariani@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life