Home » OJK Dukung Visi Indonesia Sebagai Pusat Produk Halal Dunia

OJK Dukung Visi Indonesia Sebagai Pusat Produk Halal Dunia

by Erna Sari Ulina Girsang
2 minutes read
Ilustrasi sertifikat halal. Foto: Ist

ESENSI.TV - JAKARTA

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengatakan pihaknya mendukungan komitmen terwujudnya visi Indonesia. Agar Indonesia menjadi pusat halal global dunia.

Untuk mengoptimalkan multiplier effect dari eksyar, dia mengatakan OJK ikut berperan meningkatkan kualitas SDM. Selain itu, mendorong literasi eksyar, OJK telah menyiapkan beberapa program.

Antara lain dengan  Kelompok Kerja Literasi Dan Inklusi Keuangan Syariah (Pokja LIKS), Syariah Financial Fair (SYAFIF). Lalu Forum Edukasi dan Temu Bisnis Keuangan Syariah bagi santri UMKM (FEBIS). Serta kolaborasi dengan Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah (KNEKS) beserta asosiasi dan industri jasa keuangan syariah.

Sementara itu, Staf Ahli Kementerian Keuangan Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal Arief Wibisono mengungkapkan ekonomi sosial syariah berperan besar dalam meningkatkan aspek kebermanfaatan ekonomi. Termasuk keuangan syariah (eksyar) bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Upaya Peningkatan Sinergi

Arief dalam peluncuran Buku Kajian Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia (KEKSI) 2023, Senin (26/2) mengatakan sinergi perlu terus didorong. Tujuannya untuk meningkatkan pertumbuhan eksyar yang semakin maju. Fokus utamanya pada pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca Juga  BI: Cadangan Devisa RI Naik Jadi 137,2 Miliar Dolar AS

Pada tahun 2023, eksyar Indonesia melanjutkan pertumbuhan positif yang didorong oleh kinerja sektor unggulan Halal Value Chain (HVC). Sektor ini tumbuh sebesar 3,93 persen (year on year/yoy).

Secara keseluruhan, sektor unggulan HVC menopang hampir 23 persen dari ekonomi nasional yang dikontribusikan oleh sektor pertanian dan makanan minuman halal, pariwisata ramah muslim (PRM), serta fesyen muslim.

Pada tataran global, kinerja eksyar Indonesia juga mencatatkan kenaikan peringkat State of The Global of Islamic Economic (SGIE) menjadi peringkat ketiga pada tahun ini.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung menyampaikan bahwa Bank Indonesia memproyeksikan pada 2024 eksyar akan tumbuh sebesar 4,7 persen hingga 5,5 persen (yoy).

Menurutnya, proyeksi ini didukung pertumbuhan pembiayaan perbankan syariah yang diperkirakan akan tumbuh pada kisaran 10 persen hingga 12 persen (yoy).

Hal tersebut sejalan dengan implementasi berbagai inisiatif strategis nasional, seperti kewajiban sertifikasi halal sesuai mandat Undang-Undang Jaminan Produk Halal, inovasi pada sektor keuangan sosial syariah, program kolaborasi antar Kementerian dan Lembaga, serta digitalisasi eksyar yang semakin masif.

Email: ernasariulinagirsang@esensi.tv
Editor: Addinda Zen

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life