Home » Peluncuran INA Digital Kembali Dibahas, Bagaimana Konsep dan Logonya?

Peluncuran INA Digital Kembali Dibahas, Bagaimana Konsep dan Logonya?

by Junita Ariani
2 minutes read
Pembahasan lanjutan rencana peluncuran INA Digital kembali dilakukan di Jakarta, Senin (5/2/2024. Kali ini pembahasan dilakukan bersama Tim GovTech Edu dan Tony Blair Institute (TBI).

ESENSI.TV - JAKARTA

Pembahasan lanjutan rencana peluncuran INA Digital kembali dilakukan di Jakarta, Senin (5/2/2024. Kali ini pembahasan dilakukan bersama Tim GovTech Edu dan Tony Blair Institute (TBI).

Pembahasan meliputi penyusunan narasi dan pesan yang ingin dibangun melalui branding serta komunikasi INA Digital.

“Kami mematangkan langkah-langkah taktis dan teknis terkait strategi rencana peluncuran dan pasca peluncuran GovTech Indonesia. Di mana peluncuran akan dilakukan Presiden Jokowi,” kata Menteri PANRB (Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) Abdullah Azwar Anas.

Menurutnya, Presiden telah memilih nama INA Digital untuk GovTech Indonesia.

“Berbagai konsep logo dan maknanya sedang dibahas oleh anak-anak muda hebat ini dari GovTech Edu, TBI, DTO Kemenkes dan juga Tim SPBE Nasional,” ujarnya.

Anas mengatakan INA Digital mendukung amanat Perpres No. 82/2023 tentang Percepatan Transformasi Digital dan Keterpaduan Layanan Digital Nasional.

Dengan layanan prioritas di sembilan sektor yang telah ditetapkan. Yakni, layanan kesehatan, pendidikan, bantuan sosial, identitas digital berbasis data kependudukan.

Layanan Satu Data Indonesia (SDI), transaksi keuangan, integrasi portal service, layanan aparatur negara, hingga SIM online.

Baca Juga  Rapat Percepatan Transformasi Digital, Pemetaan Teknis Harus Tuntas 22 Januari

Menurutnya, GovTech ini terus dipersiapkan secara matang. Kementerian dan lembaga pemilik sembilan layanan prioritas SPBE juga diminta untuk melakukan percepatan penyelesaian penugasan layanan prioritas bersama dengan Peruri.

Percepatan ini untuk menyepakati solusi tepat guna serta menyusun penugasan kepada Peruri.

Anas berharap, adanya INA Digital persoalan digitalisasi layanan pemerintah yang sebelumnya tidak terintegrasi dan mengisi banyak aplikasi bisa terselesaikan. Dan, mempermudah seluruh layanan pemerintahan yang diberikan baik di pusat maupun daerah.

“Indonesia akan memasuki era baru pelayanan publik yang terintegrasi, single sign on, efisien, efektif, berbasis kebutuhan masyarakat/citizen centric. Dalam satu portal nasional terintegrasi, bukan lagi berorientasi pada pendekatan instansi seperti selama ini,” ujarnya.

Kedepan kata Anas, INA Digital bukan hanya diluncurkan tapi juga ada experience dari produk layanan pemerintah yang sudah disiapkan. *

#beritaviral
#beritaterkini

Email : junitaariani@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang/Raja H Napitupulu

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life