Home » Penyerangan Berlin: Puncak Kejatuhan Reich Ketiga

Penyerangan Berlin: Puncak Kejatuhan Reich Ketiga

by Achmat
2 minutes read
Penyerangan Berlin

ESENSI.TV - Jakarta

Penyerangan Berlin adalah episode dramatis dalam tahap akhir Perang Dunia II di Eropa, menandai titik puncak kejatuhan Reich Ketiga. Pada awal 1945, pasukan Sekutu, terutama pasukan Uni Soviet di bawah kepemimpinan Jenderal Zhukov, telah berhasil merebut sejumlah kota kunci di Jerman, mendekati ibu kota Berlin. Adolf Hitler, pemimpin Nazi, yang terisolasi di Führerbunker di bawah Berlin, menyadari bahwa kekalahan sudah tidak dapat dihindari.

Pasukan Sekutu terutama datang dari barat, sementara pasukan Uni Soviet datang dari timur. Rencana ini menciptakan pincher movement, menyebabkan pasukan Jerman terjepit di antara dua serbuan yang kuat.

Mulai 16 April 1945, pertempuran sengit terjadi di jalan-jalan Berlin. Pasukan Jerman yang terkepung bertahan dengan gigih, namun kekuatan Sekutu dan Uni Soviet yang lebih besar mulai menggempur pertahanan mereka.

Selama penyerangan, Adolf Hitler tetap di Führerbunker, pusat komando bawah tanah di Berlin. Pada 30 April 1945, menyadari kekalahan yang tak terhindarkan, Hitler bunuh diri di bunker. Kematian Hitler menjadi tanda bahwa rezim Nazi akan segera runtuh.

Kapitulasi Jerman dan Akhir Perang di Eropa

Pada 2 Mei 1945, Jenderal Helmuth Weidling, komandan pasukan Jerman di Berlin, menyerahkan kota kepada pasukan Uni Soviet. Ini menandai akhir perang di Eropa, dan hari itu sering disebut sebagai Hari Kemenangan di Eropa (VE Day).

Baca Juga  Melacak Jejak Sejarah Singapura sebagai Pusat Keuangan

Penyerangan Berlin menyebabkan penderitaan luar biasa bagi penduduk sipil. Bom, pertempuran jalanan, dan kekurangan makanan menciptakan kondisi yang sangat sulit. Ribuan penduduk sipil tewas atau terluka selama pertempuran.

Setelah penyerahan Jerman, negara itu dipecah menjadi empat zona pendudukan oleh Amerika Serikat, Uni Soviet, Britania Raya, dan Prancis. Pembagian ini mencerminkan pembagian dunia baru pasca-Perang Dunia II.

Penyerangan Berlin adalah simbol kejatuhan rezim Nazi dan akhir dominasi Jerman di Eropa. Ini juga memainkan peran penting dalam pembentukan geopolitik pasca-perang, mengarah pada pembagian antara Blok Barat dan Blok Timur, serta pembentukan Republik Federal Jerman dan Republik Demokratik Jerman.

Penyerangan Berlin menjadi simbol akhir dari keganasan dan kebrutalan Perang Dunia II. Hari ini, peristiwa ini diingat sebagai penghormatan terhadap mereka yang terlibat dalam pertempuran, termasuk tentara dan penduduk sipil yang menjadi korban penderitaan besar.

Penyerangan Berlin menandai akhir yang tidak terhindarkan dari rezim Nazi dan Perang Dunia II di Eropa. Peristiwa ini mengukir jejak sejarah yang tak terhapuskan, menandai akhir kegelapan dan awal dari periode rekonstruksi dan perubahan global yang mendalam. Penyerangan Berlin adalah bagian integral dari sejarah dunia yang membawa dampak signifikan pada tatanan dunia pasca-Perang Dunia II.

#beritaviral
#faktamenarik

Editor: Agita Maheswari

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life