Home » Perang Seratus Tahun: Konflik Pada Abad Pertengahan

Perang Seratus Tahun: Konflik Pada Abad Pertengahan

by Achmat
2 minutes read
Perang Seratus Tahun

ESENSI.TV - Jakarta

Perang Seratus Tahun adalah salah satu konflik terpanjang dan paling ikonik dalam sejarah Eropa, berlangsung antara tahun 1337 hingga 1453. Perang Seratus Tahun bermula dari perselisihan suksesi atas takhta Prancis antara Dinasti Plantagenet dari Inggris dan Dinasti Valois dari Prancis. Persaingan ini memicu ketegangan yang menjadi pemicu bagi perang panjang yang akan datang.

Pada intinya, konflik ini berkaitan dengan ambisi para penguasa dan elite politik di kedua kerajaan. Pernikahan dan perpecahan, seperti peristiwa Perang Seratus Tahun, sering kali disertai oleh pertarungan kepentingan pribadi dan ambisi keluarga. Perang ini dikenal dengan beberapa pertempuran ikonik, termasuk Pertempuran Crécy (1346), Pertempuran Poitiers (1356), dan Pertempuran Agincourt (1415). Pertempuran-pertempuran ini mencerminkan perubahan dalam taktik militer dan teknologi perang.

Figur penting dalam perang ini termasuk Edward III dari Inggris, Raja Henry V, dan Jeanne d’Arc, yang ikut mempengaruhi dinamika dan perubahan dalam perang ini. Perang Seratus Tahun terjadi selama masa ketidakstabilan, termasuk wabah hitam yang merenggut nyawa jutaan orang di Eropa. Wabah ini meningkatkan dampak sosial dan ekonomi perang, menciptakan lapisan kompleks dalam sejarah periode tersebut. Perang Seratus Tahun menyaksikan perubahan dalam taktik militer, dengan perkembangan seperti panah longbow Inggris yang membuktikan keunggulannya. Ini mencerminkan transformasi dalam seni perang dan penggunaan teknologi terkini.

Baca Juga  Melacak Jejak Sejarah: Revolusi Industri di Inggris

Perang Seratus Tahun melibatkan beberapa perjanjian yang sangat menentukan, seperti Perjanjian Brétigny (1360) dan Perjanjian Troyes (1420). Perjanjian-perjanjian ini mempengaruhi perubahan perbatasan dan dinamika kekuasaan di Eropa. Kisah Jeanne d’Arc, seorang petani perempuan Prancis yang memimpin pasukan Prancis, memberikan momentum baru bagi pihak Prancis. Meskipun ia akhirnya dihukum mati, perannya menjadi legenda dan memberikan semangat baru pada perlawanan Prancis.

Kehancuran dan Pembentukan Identitas Bangsa

Perang Seratus Tahun menyebabkan kehancuran yang luas dan membentuk identitas nasional di Prancis dan Inggris. Dampak jangka panjangnya melibatkan transformasi politik, ekonomi, dan sosial di kedua kerajaan. Perang Seratus Tahun berakhir pada tahun 1453 dengan penandatanganan Perjanjian Bordeaux. Meskipun Inggris mempertahankan beberapa wilayah, Prancis mendominasi kembali wilayah utama, menandai akhir dari konflik yang memakan waktu hampir seabad.

Perang Seratus Tahun adalah sebuah episod epik dalam sejarah Eropa yang mencerminkan persaingan kekuasaan, ambisi dinasti, dan perubahan besar dalam seni perang. Dengan pertempuran-pertempuran dramatis, tokoh-tokoh luar biasa, dan dampak yang meluas, konflik ini tidak hanya menggoyahkan kerajaan-kerajaan yang terlibat, tetapi juga membentuk wajah Eropa di Abad Pertengahan dan seterusnya.

#beritaviral
#faktamenarik

Editor: Agita Maheswari

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life