Home » Potret Capaian SRG 2023 Belum Optimal, Total Pembiayaan Rp583,98 Miliar

Potret Capaian SRG 2023 Belum Optimal, Total Pembiayaan Rp583,98 Miliar

by Junita Ariani
2 minutes read
Wamendag Jerry Sambuaga menjadi pembicara pada Sosialisasi Kebijakan Sistem Resi Gudang (SRG) dan Pasar Lelang Komoditas (PLK) di Hotel Mercure, Tateli, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Jumat (9/2/2024).

ESENSI.TV - SULAWESI UTARA

Nilai Sistem Resi Gudang (SRG) yang diterbitkan pada 2023 tercatat sebesar Rp954,55 miliar dengan total pembiayaan mencapai Rp583,98 miliar. Dengan komoditasnya terdiri dari gabah, beras, kopi, ikan, rumput laut, dan gula.

“Potret sistem resi gudang pada 2023 sudah cukup baik, namun capaian tersebut belum optimal. Pemanfaatannya masih dapat ditingkatkan. Baik jumlah yang dimanfaatkan maupun komoditasnya,” kata Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga dalam keterangannya dikutip, Minggu (11/2/2024).

Sebelumnya, Jerry menghadiri kegiatan Sosialisasi Kebijakan SRG dan Pasar Lelang Komoditas (PLK) oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Acara digelar di Hotel Mercure, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara,  Jumat (9/2/2024).

Sosialisasi ini dihadiri 200 peserta yang terdiri dari petani, nelayan, pelaku UMKM,dan masyarakat di Kabupaten Minahasa.

“Percepatan optimalisasi sistem resi gudang harus dilakukan. Hal ini dapat ditempuh melalui fokus orientasi ekspor, pelibatan pelaku UMKM, integrasi sistem, kolaborasi pemerintah pusat dan daerah. Dan, penguatan regulasi dengan penyusunan ketentuan umum bidang SRG,” jelasnya.

Kemendag juga membangun 123 gudang SRG yang kepemilikannya telah diserahkan ke pemerintah daerah di 105 kabupaten/kota untuk mendorong percepatan pelaksanaannya.

“Perluasan pemanfaatan sistem resi gudang di berbagai daerah tersebut, tidak terkecuali di Sulawesi Utara,” ungkap Wamendag Jerry.

Baca Juga  BSI Tingkatkan Penyerapan Wakaf Produktif

Berdasarkan data Bappebti,Kementerian Perdagangan telah membangun dua unit SRG di Sulawesi Utara. Satu unit SRG berlokasi di Kabupaten Bolaang Mongondow dan satu unit SRG lainnya di Kabupaten Minahasa Selatan.

Transaksi PLK 2023 Capai Rp66,01 Miliar

Wamendag mengutarakan, Bappebti terus mendorong pengembangan PLK yang menjadi salah satu instrumen perdagangan. Untuk mewujudkan efisiensi dan efektivitas rantai pasok komoditas.

Adapun nilai transaksi PLK pada 2023 mencapai Rp66,01 miliar atau tumbuh 25,1 persen dibandingkan 2022.

Pengembangan PLK diharapkan mampu menyediakan mekanisme perdagangan yang transparan, akuntabel, dan adil. PLK akan terus dikembangkan, baik spot maupun forward, dan terintegrasi dengan SRG.

“Kemendag akan terus berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan, termasuk dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara. Untuk mengembangkan instrumen SRG dan PLK secara berkelanjutan,” jelasnya.

Berbagai pihak diharapkan dapat bersatu dalam meningkatkan kerjasama, kolaborasi, dan saling bersinergi,” jelasnya.

“Manfaat utama SRG adalah sebagai instrumen pengendalian harga, ketersediaan bahan pokok, mendorong terjaganya inflasi, dan mendorong ekspor,” jelasnya.

Juga memberikan manfaat bagi petani, nelayan, pekebun, dan pelaku usaha karena dapat digunakan sebagai sarana tunda jual saat harga komoditas turun.*

#beritaviral
#beritaterkini

Email : junitaariani@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang/Raja H Napitupulu

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life