Home » Prabowo Ingatkan Anies Soal Demokrasi di Indonesia

Prabowo Ingatkan Anies Soal Demokrasi di Indonesia

by fara dama
2 minutes read
Tiga Calon Presiden RI Periode 2024-2029 dalam acara Debat Perdana Capres di Kantor KPU Jakarta, Selasa (12/12/2023) malam. Foto: Tangkap layar siaran langsung acara

ESENSI.TV - Jakarta

Debat Calon Presiden 2024 yang berlangsung pada Selasa, 12 Desember 2023, membuat para capres saling berargumen. Salah satunya antara capres nomor urut dua dengan capres nomor urut satu, yakni Prabowo dengan Anies.

Dalam kesempatannya itu, Prabowo memberikan tanggapan bahwa yang dikatakan Anies soal demokrasi di Indonesia itu berlebihan.

“Mas Anies-mas Anies, saya berpendapat mas Anies ini agak berlebihan. Mas Anies mengeluh tentang demokrasi ini dan itu, Mas Anies dipilih jadi Gubernur DKI menghadapi pemerintah yang berkuasa. Saya yang mengusung bapak, kalau demokrasi kita tidak berjalan, tidak mungkin Anda jadi Gubernur.  Kalau Jokowi diktator Anda tidak mungkin jadi gubernur. Saya waktu itu oposisi mas Anies, Anda ke rumah saya kita oposisi Anda terpilih.” kata Prabowo.

Ungkapan itu menjadi perbincangan warganet, pasalnya tanggapan ini diberikan Prabowo dan ditunjukkan untuk Anies. Pernyataan ini diajukan kepada Anies saat Anies menanggapi pertanyaan.

“Salah satu pilar penting demokrasi adalah partai politik. Namun, kepercayaan publik terhadap partai politik di Indonesia selalu rendah. Pertanyaan, apa kebijakan yang akan Anda lakukan untuk melakukan pembenahan tata kelola partai politik.”

Baca Juga  Jangan Berani Bicara Ketahanan Nasional, Kalau Sektor Pertanian Masih Amburadul

Rakyat Tidak Percaya Proses Demokrasi

Menjawab pertanyaan itu, Anies langsung berpendapat bahwa saat ini rakyat sudah tidak percaya pada proses demokrasi.

“Saya rasa lebih dari sekadar partai politik, rakyat tidak percaya kepada proses demokrasi yang sekarang terjadi itu jauh lebih luas dari sekadar partai politik.”

“Ketika kita bicara soal demokrasi, minimal ada tiga, satu adalah adanya kebebasan berbicara. Kedua adanya oposisi yang bebas untuk mengkritik pemerintah dan menjadi penyeimbang pemerintah. Yang ketiga adanya proses pemilu proses pilpres (pemilihan presiden) yang netral, transparan, jujur, adil,” ungkap Anies.

Menurut Anies, indeks demokrasi Indonesia kian menurun.

“Dan kalau kita saksikan akhir akhir ini, dua ini mengalami problem (kebebasan berbicara dan oposisi yang bebas), kita menyaksikan bagaimana kebebasan berbicara menurun. termasuk mengkritik partai politik. dan angka demokrasi kita menurun indeks demokrasi kita,” kata Anies.

Editor: Dimas Adi Putra/Addinda Zen

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life