Home » Refleksi Bencana Banjir di Jawa Tengah, Food Lost, dan Ancaman Kerawanan Pangan

Refleksi Bencana Banjir di Jawa Tengah, Food Lost, dan Ancaman Kerawanan Pangan

Oleh: Gus Nas Jogja

by Administrator Esensi
3 minutes read
Food Lost Pangan

ESENSI.TV - JAKARTA

Banjir yang melanda beberapa wilayah di Jawa Tengah seperti Semarang, Demak, Kudus dan Pati pada awal tahun 2024 ini membawa dampak signifikan pada sektor pertanian dan ketahanan pangan. Bencana ini mengakibatkan kerusakan parah pada lahan pertanian, tanaman padi, dan infrastruktur irigasi. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya food lost dan kerawanan pangan di wilayah yang terkena dampak.

Food lost atau kehilangan pangan mengacu pada berkurangnya jumlah pangan yang tersedia untuk konsumsi manusia akibat berbagai faktor, salah satunya adalah bencana alam seperti banjir. Banjir di Jawa Tengah telah menyebabkan kerusakan pada tanaman padi dan infrastruktur pertanian, sehingga mengakibatkan penurunan produksi pangan.

Penurunan produksi pangan ini, dikombinasikan dengan kerusakan infrastruktur dan akses yang terhambat akibat banjir, dapat meningkatkan risiko kerawanan pangan. Kerawanan pangan didefinisikan sebagai kondisi di mana seseorang tidak memiliki akses fisik dan ekonomi yang berkelanjutan terhadap pangan yang aman, bergizi, dan cukup untuk memenuhi kebutuhan diet dan preferensi makanannya untuk hidup sehat dan aktif.

Berikut adalah beberapa dampak banjir di Jawa Tengah yang terkait dengan food lost dan kerawanan pangan, seperti:

Dampak terhadap food lost, yaitu kerusakan tanaman padi dan ladang pertanian, hilangnya hasil panen, gangguan pada rantai pasokan pangan yang berdampak pada kenaikan harga pangan

Dampak terhadap kerawanan pangan meliputi penurunan akses terhadap pangan, kekurangan gizi, peningkatan kerentanan terhadap penyakit dan berujung kemiskinan

Lanskap Bencana dalam Perspektif Pangan

Bencana banjir jelas mengakibatkan kerusakan pada infrastruktur yang parah dan berdampak hebat munculnya hilangnya pangan atau yang lazim disebut food lost. Food lost sendiri mengacu pada hilangnya atau terbuangnya pangan pada tahap produksi, panen, pasca panen, penyimpanan, dan distribusi. Banjir dapat menyebabkan food lost melalui berbagai cara, seperti penurunan hasil panen. Banjir dapat merusak tanaman padi dan palawija, sehingga menyebabkan penurunan hasil panen.

Kerusakan infrastruktur yang diakibatkan oleh banjir dapat merusak infrastruktur pertanian, seperti irigasi, jalan, dan gudang penyimpanan, sehingga menyulitkan proses panen dan distribusi pangan. Pada ujung-ujungnya, bencana banjir yang berlarut-larut dapat meningkatkan risiko penyakit pada tanaman dan hewan ternak, yang dapat menyebabkan food lost.

Ancaman kerawanan pangan mengacu pada kondisi di mana masyarakat tidak memiliki akses yang aman dan berkelanjutan terhadap pangan yang bergizi dan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Banjir dapat meningkatkan ancaman kerawanan pangan melalui berbagai cara, seperti penurunan pendapatan.

Banjir dapat merusak mata pencaharian masyarakat, terutama bagi petani dan peternak, sehingga menurunkan pendapatan mereka dan kemampuan mereka untuk membeli pangan.

Kenaikan harga pangan tak bisa dihindarkan. Banjir dapat menyebabkan food lost, sehingga mengurangi pasokan pangan dan meningkatkan harga pangan.

Dampak paling parah adalah kerusakan infrastruktur. Banjir dapat merusak infrastruktur, seperti jalan dan jembatan, sehingga menyulitkan distribusi pangan ke daerah terdampak.

Upaya untuk mengatasi food lost dan ancaman kerawanan pangan akibat banjir bisa dilakukan dengan gotong royong berbasis pentahelik. Pemerintah dapat memberikan bantuan kepada petani dan peternak yang terkena dampak banjir, seperti bantuan benih, pupuk, dan ternak. Pemerintah juga dapat meningkatkan infrastruktur pertanian dan sistem distribusi pangan.

Baca Juga  Pembangunan Infrastruktur dan Ketahanan Pangan Fokus RKPD 2024 Zona Nias

Masyarakat dapat membantu dengan cara menyumbangkan makanan dan kebutuhan pokok kepada masyarakat terdampak, membeli produk lokal dari daerah terdampak untuk membantu petani dan peternak, mengurangi konsumsi air dan energi untuk membantu mengurangi risiko banjir di masa depan.

Upaya Penanganan

Pemerintah dan berbagai pihak terkait perlu segera melakukan upaya untuk menangani dampak banjir di Jawa Tengah, termasuk:

Bantuan darurat:
Pemerintah telah menyalurkan bantuan darurat kepada masyarakat yang terkena dampak banjir, seperti makanan, air bersih, dan kebutuhan pokok lainnya.

Pemulihan infrastruktur:
Pemerintah dan berbagai pihak terkait sedang melakukan upaya pemulihan infrastruktur yang rusak akibat banjir, seperti perbaikan irigasi dan jalan.

Bantuan benih dan pupuk:
Pemerintah akan memberikan bantuan benih dan pupuk kepada petani yang terkena dampak banjir agar mereka dapat kembali bercocok tanam.

Pentingnya Kesigapan dan Pencegahan

Bencana banjir di Jawa Tengah merupakan contoh nyata dari ancaman kerawanan pangan yang dapat terjadi akibat perubahan iklim. Diperlukan kesigapan dan upaya pencegahan yang lebih baik dari pemerintah dan berbagai pihak terkait untuk meminimalisir dampak bencana di masa depan.

Beberapa upaya pencegahan yang dapat dilakukan:

Memperkuat infrastruktur:
Pemerintah perlu memperkuat infrastruktur, seperti bendungan dan sistem drainase, untuk mencegah terjadinya banjir.

Melestarikan lingkungan:
Masyarakat perlu menjaga kelestarian lingkungan dengan melakukan reboisasi dan menjaga kebersihan sungai.

Meningkatkan edukasi:
Masyarakat perlu di edukasi tentang pentingnya kesiapsiagaan bencana dan cara-cara untuk mengurangi risiko food lost.

Dengan kesigapan dan upaya pencegahan yang lebih baik, diharapkan dampak bencana banjir di Jawa Tengah dapat diminimalisir dan kerawanan pangan dapat diatasi.

Food Lost dan Food Waste

Food lost berbeda dengan food waste. Food lost mengacu pada hilangnya pangan pada tahap produksi, panen, pasca panen, penyimpanan, dan distribusi. Sementara, food waste mengacu pada hilangnya pangan pada tahap konsumsi.

Kerawanan pangan berbeda dengan kelaparan. Kerawanan pangan mengacu pada kondisi di mana masyarakat tidak memiliki akses yang aman dan berkelanjutan terhadap pangan yang bergizi dan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Kelaparan adalah kondisi di mana seseorang tidak memiliki cukup makanan untuk dimakan.

Upaya yang Dilakukan

Pemerintah dan berbagai pihak terkait perlu segera melakukan berbagai upaya untuk mengatasi dampak banjir di Jawa Tengah, termasuk distribusi bantuan makanan, pemulihan infrastruktur pertanian, bantuan untuk petani, peningkatan ketahanan pangan.

Upaya untuk mengatasi dampak banjir di Jawa Tengah masih menghadapi berbagai tantangan, seperti akses yang terhambat ke daerah yang terkena dampak, kurangnya sumber daya, koordinasi yang belum optimal.

Banjir di Jawa Tengah telah menimbulkan berbagai dampak, termasuk food lost dan ancaman kerawanan pangan. Upaya untuk mengatasi dampak banjir ini masih menghadapi berbagai tantangan. Diperlukan upaya yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan melindungi masyarakat yang terkena dampak.

 

 

 

Editor: Raja H. Napitupulu

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life