Home » Sandiwara Sastra Musim Kedua Akan Pentaskan 10 Drama Misteri Nusantara

Sandiwara Sastra Musim Kedua Akan Pentaskan 10 Drama Misteri Nusantara

by Erna Sari Ulina Girsang
2 minutes read
Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim meluncurkan Sandiwara Sastra kedua untuk merilis 10 episode drama audio tema Misteri Nusantara, di kantor Kemendikbudristek, Jakarta, Senin (30/10/2023). Foto: Kemendikbudristekdikti

ESENSI.TV - JAKARTA

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim meluncurkan Sandiwara Sastra Musim Kedua yang berisi 10 drama yang menceritakan kembali cerita-cerita rakyat Nusantara.

“Tahun ini, Kemendikbudristek bekerja sama dengan Titimangsa dan KawanKawan Media, kembali merilis 10 episode drama audio sebagai Sandiwara Sastra Musim Kedua bertema ‘Misteri Nusantara,” jelas Nadiem Makarim, di kantor Kemendikbudristek, Jakarta, Senin (30/10/2023).

Sandiwara Sastra Musim Kedua disutradarai oleh Joned Suryatmoko dan Heliana Sinaga, merupakan alih wahana karya sastra Indonesia ke dalam media audio yang berangkat dari cerita rakyat (folklore), urban legend, maupun cerita pendek di wilayah Nusantara.

Sepuluh episode cerita tersebut ditulis oleh sastrawan kenamaan Indonesia dari Papua hingga Aceh, yaitu Aprila R. Wayar, Kurnia Effendi, Putu Wijaya, Mario F. Lawi, Faisal Oddang dan Feby Indirani, Risa Saraswati, Ilya Sigma dan Priesnanda Dwisatria, Hasan Aspahani dan Ali Sadli Salim, Guntur Alam, serta Azhari Aiyub.

Joned Suryatmoko menyampaikan penyutradaraan pada setiap episode juga berbeda-beda mempertimbangkan nilai lokalitas yang disampaikan para penulis.

Kearifan Lokal Nusantara

Sepuluh judul episode yang dihadirkan pada Sandiwara Sastra musim kedua ini menautkan beragam kisahan misteri dengan kearifan lokal masing-masing daerah.

Adapun 10 judul tersebut adalah “Perempuan Perkasa” (Papua), “Kampung Mati dan Hantu Berang-berang” (Kalimantan), “Si Manis Jembatan Ancol” (Jakarta), “Pahlawan” (Bali), Bombol dan Babi (NTT), “Keris” (Jawa), “Di Tubuh Tara Dalam Rahim Pohon ” (Makassar), “Mimpi Jurai” (Sumatera), “Sandekala” (Jawa Barat), dan “Halo Bleki” (Aceh).

Diproduseri oleh Happy Salma, Yulia Evina Bhara dan Pradetya Novitri, pentas akan dilengkapi dengan tata musik dan efek suara yang digarap oleh Tesla Manaf Effendi dan disunting oleh Pramudya Adhy Wardana. Seluruh episode dihadirkan dengan lagu tema berjudul “Niskala” karya Rara Sekar yang khusus diciptakan untuk program Sandiwara Sastra Musim Kedua dengan pengantar cerita ditulis oleh Nicholas Saputra.

Acara ini diproduksi dalam kurun waktu satu tahun melalui berbagai proses workshop Panjang. Termasuk riset, penulisan naskah, latihan, perekaman, penyuntingan, serta pembuatan musik, dengan melibatkan para penulis dan aktor yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia serta sutradara yang mengarahkan dari New York dan Bandung.

Baca Juga  Daftarkan Dirimu! KPK Buka Peluang Magang Bagi Mahasiswa dan Sarjana

Dilakoni Para Seniman Indonesia

Sandiwara Sastra Musim Kedua dimainkan oleh para aktor Indonesia, dua di antaranya merupakan pengisi suara legendaris sandiwara radio yang populer di era-90an, yakni Ferry Fadli dan Ivonne Rose.

Para aktor mumpuni lainnya yang terlibat dalam Sandiwara Sastra Musim Kedua ini adalah Chelsea Islan, Raline Shah, Marcella Zalianty dan Landung Simatupang.

Ratna Riantiarno, Elly Lutan, Maudy Koesnaedi, Widi Mulia, Nova Eliza, Rangga Riantiarno, Nugie, Aming, Dewi Gita, Nicholas Saputra dan Kevin Ardilova.

Widuri Puteri Sasono, Nowela Mikhelia, Kristo Immanuel, Yudi Ahmad Tajudin, Dimas Danang, Yustiansyah Lesmana, Sal Priadi, Linda Tagie, Akiva Sardi, Jong Santiasa, Aisha Nurra Datau dan Agra Svarnabhumi.

Sandiwara Sastra Musim Kedua ini akan tayang pada siniar @budayakita mulai 3 November 2023.

Selain itu, masyarakat umum juga bisa mengunjungi pameran poster dan audio yang didesain oleh Sigit D. Pratama dari .this/Play studio, yang berlangsung mulai 30 Oktober s.d. 12 November 2023 di Lobby Gedung E, Kantor Kemendikbudristek, Jakarta.

Sebelumnya, Sandiwara Sastra Musim Pertama telah dirilis pada tahun 2020, juga terdiri dari 10 episode yang mengadaptasi dari 10 karya sastra Indonesia.

Yakni Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari, novel Helen dan Sukanta karya Pidi Baiq, cerita pendek (cerpen) Kemerdekaan karya Putu Wijaya.

Cerpen Menunggu Herman karya Dee Lestari, cerpen Berita dari Kebayoran karya Promoedya Ananta Toer dan novel Lalita karya Ayu Utami.

Ada juga cerpen Seribu Kunang-kunang di Manhattan karya Umar Kayam, cerpen Persekot karya Eka Kurniawan, novel Layar Terkembang karya Sutan Takdir Alisjahbana dan novel Orang-orang Oetimu karya Felix K. Nesi.

Email: ernasariulinagirsang@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang/Raja H Napitupulu

#beritaterkini
#beritaviral

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life