Home » Selain Hadiahnya Rp15 Miliar, Ini 4 Hal Menarik yang Perlu Kamu Ketahui Soal Zayed Award

Selain Hadiahnya Rp15 Miliar, Ini 4 Hal Menarik yang Perlu Kamu Ketahui Soal Zayed Award

by Erna Sari Ulina Girsang
2 minutes read
Imam Besar Al-Azhar Yang Mulia Ahmed Al-Tayeb dan Kepala Gereja Katolik Yang Mulia Paus Fransiskus penerima Zayet Award tahun 2019. Foto: https://www-forhumanfraternity-org

ESENSI.TV - JAKARTA

Untuk pertama kalinya, Indonesia menerima Penghargaan Zayed Untuk Persaudaraan Manusia alias Zayed Award for Human Fraternity. Ini adalah penghargaan global independen yang diberikan oleh Komite Tinggi Persaudaraan Manusia dan mencakup hadiah finansial sebesar $1 juta atau setara Rp15 miliar.

Apa sih Penghargaan Zayed Untuk Persaudaraan Manusia, siap yang menyediakan dan apa saja nilai-nilai yang ingin disampaikan dari kegiatan ini?

Berikut empat hal yang perlu kamu ketahui soal Zayed Award for Human Fraternity, seperti dilansir dari https://www-forhumanfraternity-org, Rabu (7/1/2024).

1. Diberikan Setiap Tanggal 4 Februari

Penghargaan ini diberikan setiap tahun pada tanggal 4 Februari, Hari Persaudaraan Manusia Internasional. Zayed Award for Human Fraternity memberikan penghargaan kepada individu, organisasi, dan entitas lain atas kontribusinya yang besar terhadap persaudaraan manusia.

Para pemenang diberi penghormatan pada upacara yang diadakan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Penghargaan ini ditetapkan pada bulan Februari 2019 untuk menandai pertemuan bersejarah di Abu Dhabi antara pemimpin Gereja Katolik, Yang Mulia Paus Fransiskus, dan Imam Besar Al-Azhar, Yang Mulia Profesor Ahmed Al-Tayeb, di mana kedua tokoh besar tersebut menandatangani Dokumen Persaudaraan Manusia.

Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Tayeb adalah penerima kehormatan pertama Zayed Award for Human Fraternity.

Penghargaan ini diberikan untuk menghormati Syekh Zayed bin Sultan Al Nahyan, mendiang penguasa Abu Dhabi dan pendiri Uni Emirat Arab, yang nilai-nilai kerendahan hati, kemanusiaan, dan rasa hormat melambangkan cita-cita abadi yang ingin dirayakan oleh penghargaan tersebut.

2. Diputuskan Komite Tinggi Persaudaraan Manusia

Penerima Penghargaan Zayed diputuskan oleh komite juri independen, yang ditunjuk setiap tahun oleh Komite Tinggi Persaudaraan Manusia.

Baca Juga  Negara-Negara Barat Kirim 321 Tank Buat Ukraina, Kim Jong Un 'Panas'

Komite juri terdiri dari sejumlah pakar dan tokoh terkemuka di bidang pelayanan publik dari seluruh dunia – individu-individu yang memiliki kebijaksanaan dan investasi besar dalam upaya hidup berdampingan secara damai.

Setiap tahun, penghargaan akan ditentukan oleh:

Seseorang yang dipilih oleh Imam Besar Al-Azhar, seseorang yang dipilih oleh Paus Gereja Katolik. Seseorang yang dipilih oleh Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Dua anggota yang dipilih oleh Komite Tinggi Persaudaraan Manusia dari tokoh-tokoh dunia diakui atas upaya mereka untuk mempromosikan toleransi dan perdamaian. Sekretaris Jenderal Komite Tinggi Persaudaraan Manusia.

3. Penerima Zayed Award

2019: Imam Besar Al-Azhar Yang Mulia Ahmed Al-Tayeb dan Kepala Gereja Katolik Yang Mulia Paus Fransiskus.
Penghargaan tersebut diberikan kepada kedua pemimpin agama tersebut setelah penandatanganan bersejarah Dokumen Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi, yang menyerukan kepada semua orang untuk mengesampingkan perbedaan dalam upaya mencapai kemajuan melalui pemahaman, rekonsiliasi, dan perdamaian.

2021: Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan aktivis Maroko-Prancis Latifa Ibn Ziaten.
Kedua individu luar biasa ini dianugerahi penghargaan atas upaya mereka masing-masing dalam mengatasi beberapa isu sosial-budaya dan politik utama dunia, dan perwujudan nilai-nilai yang mereka perjuangkan dalam Dokumen Persaudaraan Manusia.

4. Cara Mendapatkan Zayed Award

Nominasi Zayed Award for Human Fraternity dilakukan setiap tahun. Para nominasi berasal dari seluruh belahan dunia dan dari semua lapisan masyarakat. Mereka dicalonkan oleh para pemimpin dan anggota dari pemerintah dan parlemen, serta tokoh-tokoh internasional terkemuka di bidang persaudaraan manusia.

Email: ernasariulinagirsang@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang/Raja H Napitupulu

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life