Home » Soekarno: Bapak Bangsa Indonesia

Soekarno: Bapak Bangsa Indonesia

by Achmat
2 minutes read
Soekarno

ESENSI.TV - Jakarta

Soekarno, lahir pada 6 Juni 1901 di Blitar, Jawa Timur, adalah salah satu tokoh paling ikonik dalam sejarah Indonesia. Sebagai Proklamator Kemerdekaan Indonesia dan Presiden pertama negara ini, Soekarno memainkan peran sentral dalam perjuangan merebut kemerdekaan dari penjajahan Belanda dan membentuk fondasi dasar negara Indonesia yang merdeka. Artikel ini akan mengulas perjalanan hidup, kepemimpinan, dan warisan Soekarno dalam membangun identitas Indonesia.

Soekarno tumbuh dalam atmosfer perlawanan terhadap penjajahan. Ia belajar di HBS (Hoogere Burger School) di Surabaya dan melanjutkan pendidikan teknik di Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang ITB). Pendidikan dan pemikirannya yang maju membentuk visinya tentang kemerdekaan Indonesia.

Soekarno terlibat aktif dalam perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia. Ia menjadi pemimpin di berbagai organisasi nasionalis dan menyerukan kemerdekaan Indonesia dalam pidatonya yang terkenal, “Indonesia Acccra.” Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, yang dibacakan oleh Soekarno dan diikuti oleh Mohammad Hatta, menandai awal perjalanan Indonesia sebagai negara merdeka.

Soekarno terpilih sebagai Presiden pertama Indonesia pada tahun 1945 dan memimpin negara ini melalui periode awal kemerdekaan yang penuh tantangan. Selama masa pemerintahannya, Soekarno menerapkan konsep “Nasakom” (Nasionalisme, Agama, Komunisme), mencoba menyatukan berbagai kekuatan politik yang beragam.

Soekarno terlibat dalam konfrontasi sengit dengan Belanda, yang mencoba merebut kembali kendali atas Indonesia. Meskipun konflik ini menyulitkan, Soekarno mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Di tingkat regional, dia juga memimpin perjuangan melawan pembentukan Malaysia yang dianggapnya melibatkan neo-kolonialisme.

Baca Juga  Melacak Jejak Sejarah Singapura sebagai Pusat Keuangan

Soekarno mempromosikan gagasan nasionalis dan ketahanan nasional. Di tingkat internasional, dia menjadi salah satu pemimpin Gerakan Non-Blok dan memainkan peran kunci dalam Konferensi Asia-Afrika pada tahun 1955 di Bandung.

Krisis Ekonomi dan Pergeseran Politik

Pada akhir tahun 1950-an dan awal 1960-an, Indonesia menghadapi krisis ekonomi yang parah. Konflik politik dan ekonomi memuncak dalam Gerakan 30 September (G30S) pada tahun 1965, yang mengakibatkan perubahan politik dan pembentukan “Orde Baru” di bawah Soeharto.

Soekarno dipecat dari jabatannya pada tahun 1967 dan diambil alih oleh Soeharto. Ia diasingkan ke Pulau Jawa dan hidup dalam penahanan rumah hingga meninggal pada 21 Juni 1970 di Jakarta. Meskipun dihormati sebagai Bapak Bangsa, warisannya tetap kontroversial karena berbagai interpretasi atas masa pemerintahannya.

Soekarno meninggalkan warisan yang kompleks dan beragam. Di satu sisi, dia dihormati sebagai pemimpin kemerdekaan dan pendiri negara. Di sisi lain, kritik terhadap pemerintahannya mencakup ketidakstabilan politik, konflik ekonomi, dan dugaan terlibatnya dalam Gerakan 30 September.

Soekarno tetap menjadi figur sentral dalam sejarah Indonesia, yang membimbing negara ini melalui masa transisi kemerdekaan dan mengukir identitasnya sebagai bangsa yang merdeka. Warisannya yang kompleks mencerminkan tantangan dan ambivalensi dalam membangun negara yang baru merdeka.

#beritaviral
#faktamenarik

Editor: Agita Maheswari

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life