Home » Tak Disangka, Berkat Kulit Pisang Siswa MAN 4 Jakarta Raih Medali Emas ASEAN

Tak Disangka, Berkat Kulit Pisang Siswa MAN 4 Jakarta Raih Medali Emas ASEAN

by Junita Ariani
2 minutes read
Siswa MAN 4 Jakarta raih medali emaa kompetisi riset Asean

ESENSI.TV - JAKARTA

Lima siswa Madrasah Aliyah Negeri 4 Jakarta (MAN 4 Jakarta) meraih medali emas dalam kompetisi riset Asean Innovative Science Environmental And Entrepreneur Fair (AISEEF) 2024.

Mereka yang tergabung dalam Tim Riset MAN 4 Jakarta meneliti tentang pemanfaatan karbon dots dari kulit pisang. Penelitian ini untuk identifikasi kandungan boraks pada makanan.

Tim ini terdiri dari Alifia Kayyisa (XII IPA 1), Afralifia Cahya Nadira (XII IPA 1), Ezza Azkiya Sanee (XII IPA 5), Rifelli Azkiyah Luqman (XI-4), dan Nadia Pintenate (X-13).

Menurut Alifia, ketua tim, kulit pisang belum banyak dimanfaatkan dan dianggap sebagai limbah organik. Fakta ini, membuat para siswa MAN 4 Jakarta ini berinisiatif untuk menguliknya.

“Kami berharap, penelitian ini menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat,” tutur Alifia dalam keterangannya dikutip, Kamis (8/2/2024) di Jakarta.

Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa salah satu bentuk pemanfaatannya yakni membuat material karbon dots dari kulit pisang.

“Kulit pisang mengandung banyak senyawa organik yang dapat diubah menjadi karbon dots. Karbon dots merupakan material berbasis karbon yang berukuran nano, non toksik, dan memiliki sifat berpendar. Dengan warna berbeda tergantung pada zat yang berikatan jika disinari dengan lampu UV,” papar Alifia.

Dengan adanya sifat tersebut, kata dia, karbon dots dapat digunakan sebagai alternatif identifikasi boraks pada makanan.

Baca Juga  Kementerian ESDM Sediakan 500.000 Unit AML bagi Rumah Tangga

Boraks sendiri diketahui merupakan bahan tambahan makanan yang berbahaya jika dikonsumsi oleh manusia. Boraks dapat menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan manusia seperti pemicu kanker dan gagal ginjal.

Diikuti 447 Tim dari 17 Negara

Penelitian tentang pemanfaatan karbon dots kulit pisang untuk deteksi boraks dilakukan selama tiga minggu di MAN 4 Jakarta. Dengan guru pembimbing Nugroho Wahyu Sumartono.

Meski demikian tim ini merasa jika perjuangan untuk menyelesaikan penelitian dan meraih prestasi riset tidaklah sia-sia. Mereka bahkan berharap penelitian yang mereka lakukan dapat terus dikembangkan dan bermanfaat bagi masyarakat.

Kompetisi AISEEF merupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh IYSA berkerja sama dengan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Semarang.

Di tahun ke-5 ini AISEEF 2024 dilaksanakan pada 2-5 Februari 2024 dan diikuti oleh 447 tim yang berasal dari 17 negara.

Yakni, United Arab Emirates, Kazakhstan, Romania, Iran, Greece, Turki, Macedonia, Portugal, Amerika Serikat, Korea Selatan. China, Thailand, Singapore, Hong Kong, Filipina, Malaysia, dan Indonesia.

Sebanyak 152 tim mengikuti kompetisi secara offline atau luring sementara 295 tim lainnya mengikuti kompetisi online atau daring. *

#beritaviral
#beritaterkini

Email : junitaariani@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang/Raja H Napitupulu

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life