Home » Viral! Guru SMP di Medan Menangis Karena Gaji Ditahan Kepsek

Viral! Guru SMP di Medan Menangis Karena Gaji Ditahan Kepsek

by Lyta Permatasari
2 minutes read
Guru SMP 15 Medan

ESENSI.TV - Medan

Sebuah video yang menampilkan beberapa guru SMP Negeri 15 Medan mengadukan dugaan intimidasi yang dilakukan kepala sekolah. Para guru pun mengaku kepala sekolah menahan gajinya pada Sabtu (16/9/2023).

Video tersebut memperlihatkan beberapa guru menangis.

Guru yang terlihat dalam video mengatakan dirinya diberi tantangan namun ajakan tersebut tidak berdasar.

“Mengapa kepala departemen menelepon kami? Gaji kami sampai sekarang ditahan dan belum dibayar,” ujarnya.

Seorang guru bernama Cony Jeany Francis mengatakan, Kepala SMP Negeri 15 Medan Tiurmauda Sitmeang menahan gajinya karena alasan pribadi.

“Sejauh yang saya tahu, itu tergantung perasaan pribadi. Ibu saya tidak suka keburukannya terungkap. Dia mencari cara lain untuk memeras saya.”

“Ada pemotongan gaji,” kata Cony kepada wartawan, Sabtu (16/9/2023).

Cony juga mengatakan, Tiurmaida kerap bersalah karena membentak guru di depan siswa dan orang tuanya. Tiurmaida bahkan secara tak terduga memanggil kepala dinas pendidikan untuk mempermalukan para guru.

“Oh, kami dipermalukan. Di depan para siswa.” Di depan orang tua siswa. Direktur sengaja dipanggil tiba-tiba untuk memeriksa kami. Kami dipermalukan. Kata-kata kasar, hinaan, ejekan,” jelasnya.

Ada Penyelewengan Dana

Selain itu, Tiurmaida diduga melakukan penggelapan karena menyewa kantin tersebut seharga Rp 7,5 juta per tahun. Menurut Cony, ada 6 orang yang menyewa kantin tersebut. Tiurmaida menerima Rp 45 juta dari uang tersebut. Namun, para guru tidak mengetahui adanya transfer uang tersebut.

Baca Juga  Ferdy Sambo Bebas Dari Hukuman Mati, MA: Jaksa Tidak Lagi Bisa PK

Padahal, lanjut Cony, harga sewa kantin tersebut dikelola secara sistematis oleh koperasi sekolah yang berbadan hukum. Sebelumnya penyewa kantin hanya perlu membayar Rp 25.000 per hari.

“Ada kantin di sini. Tiga kantin. Biasanya kantin dikelola oleh koperasi (sekolah). Nah, karena ibu itu ada di sini pada bulan Juni, dia memberi isyarat kepada pengelola kantin bahwa uang kantin tidak lagi diserahkan kepada pengurus koperasi. Dia mengambil alih.

Ada tiga tempat, masing-masing tempat ada dua orang. Jadi ada yang pinjam Rp 7,5 juta. Untuk ketiganya, ia menerima Rp 45 juta selama satu tahun di bulan Juli. Sebelumnya, kafe hanya bisa disewa pada hari-hari sekolah. Kalau hari libur, tidak pinjam,” akunya.

Penundaan Gaji

Suhartini, Wakil Kepala SMPN 15 Medan, juga mengatakan pembayaran gaji sebenarnya sempat tertunda. Seluruh guru SMPN 15 Medan dipotong gajinya karena Tiurmaida tidak mau menandatangani perjanjian gaji.

“Gajinya, gaji yang satu itu, semuanya tertunda. Karena bendahara kita harus berganti pekerjaan, pindah jabatan ke Palembang, dan keputusan itu baru berlaku pada 1 September.” Makanya saya tidak tahu, kata Suhartini.

Suhartini kemudian mengakui intimidasi itu nyata. Dia bahkan melihat sendiri intimidasi itu. Suhartini bahkan melontarkan pertanyaan kepada para guru yang ketakutan.

“Iya intimidasi artinya semua merasakan dan kita melihatnya juga,” tutupnya.

 

 

Editor: Farahdama A.P/Addinda Zen

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life