Humaniora

Viral PLTU di Morowali Terbakar

Warga Morowali dikejutkan dengan viralnya video kebakaran hebat di PLTU di Desa Labota Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Peristiwa itu diduga terjadi sekitar pukul 16.00 Wita Jumat (2/6/2023). Dalam peristiwa tersebut terlihat asap hitam membumbung tinggi ke udara.

Puluhan karyawan yang berada di PLTU panik menyelamatkan diri.

Melansir dari YouTube MSTV sejauh ini belum diperoleh keterangan resmi adanya korban jiwa di peristiwa kebakaran PLTU.

Selain itu belum ada info maupun penyebab terjadinya kebakaran tersebut.

Secara terpisah, Kapolres Morowali AKBP Suprianto membenarkan terjadinya kebakaran itu.

Menurut dia, kebakaran itu terjadi akibatnya adanya percikan api saat para bekerja di sekitar lokasi PLTU sehingga mengakibatkan kebakaran.

“Dan tidak ada korban,” kata dia.

Sebelumnya viral video yang memperlihatkan kepulan asap. Salah satu yang memosting rekaman video itu adalah akun Twitter @trendasia.

Akun twitter resmi ornop Trend Asia itu mengunggah video itu dalam sebuah utas. Salah satu isi utasnya yang mengaitkan dengan kebakaran itu adalah, “mengungkap sisi gelap kerentanan kecelakaan kerja dalam rantai pasok industri kendaraan listrik yang merusak lingkungan dan mengancam ruang hidup masyarakat.”

Tingkatkan Keterampilan Kerja

Pengamat Kebijakan Publik bidang Sosial Kemasyarakatan dari Universitas Indonesia, Dr. Sri Handiman menilai, seringkali para pekerja tidak dibekali dengan keterampilan menghadapi dan mengatasi kebakaran di tempat kerja.

Akibatnya, lanjut dia, daya rusak dan kerugian yang terjadi menjadi sangat besar.

Dengan kerugian yang sangat besar, jelasnya, kemungkinan para pekerja juga menjadi sulit untuk dapat bekerja lagi. Ataupun kalau masih bisa bekerja, perlu waktu lama untuk bisa kembali bekerja seperti sediakala.

Intinya, keterampilan para pekerja harus ditingkatkan terutama saat menghadapi kasus kebakaran seperti ini.

“Pertama-tama agar bisa menyelamatkan nyawa para pekerja dan perusahaan juga tidak rugi terlalu besar. Jadi keterampilan kerja seharusnya menjadi salah satu aspek kualifikasi yang harus dimiliki pekerja,” terang dia.

Editor: Farahdama A.P/Raja H. Napitupulu

 

Lyta Permatasari

Recent Posts

Eskatologi Air, Ekologi Pangan Berkelanjutan, dan Ekosistem Kebudayaan (bag-3)

Paradigma ekosistem kebudayaan merupakan sebuah cara pandang baru. Tujuannnya untuk memahami kebudayaan sebagai sebuah sistem…

12 mins ago

Eskatologi Air, Ekologi Pangan Berkelanjutan, dan Ekosistem Kebudayaan (bag-2)

Ekologi pangan berkelanjutan adalah sebuah studi tentang bagaimana menghasilkan makanan. Dengan cara yang tidak merusak…

1 hour ago

Eskatologi Air, Ekologi Pangan Berkelanjutan, dan Ekosistem Kebudayaan (bag-1)

Tulisan karya Budayawan Gus Nas tentang Eskatologi Air, Ekologi Pangan Berkelanjutan, dan Ekosistem Kebudayaan, dibagi…

2 hours ago

Keluargamu Mau Berangkat Haji? Berikut 45 Ucapan untuk Mereka

Apakah ada sanak saudara dan keluargamu yang akan berangkat haji pada tahun ini? Ucapan berikut…

3 hours ago

Esensi Ibadah Haji yang Gen Z Perlu Ketahui

Bagi umat Islam, ibadah haji adalah salah satu dari lima rukun Islam. Ibadah ini merupakan…

5 hours ago

Menteri Kominfo Budi Arie Jajaki Peluang Kerja Sama Digital dengan Inggris

MENTERI Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi menerima kunjungan Menteri Kantor Kabinet Inggris John Glen.…

14 hours ago