Home » Waduh… Setiap Tahun Indonesia Kekurangan 1,3 Juta Petani

Waduh… Setiap Tahun Indonesia Kekurangan 1,3 Juta Petani

by Raja H. Napitupulu
2 minutes read
Petani

ESENSI.TV - YOGYAKARTA

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkapkan, secara nasional 1,3 juta petani setiap tahunnya beralih profesi. Hal itu terjadi seiring dengan peralihan fungsi lahan pertanian menjadi lahan komersil.

“Kami menyayangkan banyaknya petani yang beralih profesi secara nasional mencapai 1,3 juta per tahun. Hal itu seiring dengan peralihan fungsi lahan pertanian ke lahan komersil,” ujar Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas RI Andriko Noto Susanto saat peluncuran dan bedah buku berjudul Daulat Pangan, di Yogyakarta, kemarin.

Ia berharap, pemerintahan baru nantinya harus bisa membedakan antara kemandirian pangan dengan ketahanan pangan.

Ia juga menekankan pentingnya peran penggiat kuliner maupun jalur kebudayaan terhadap kepedulian pangan jangka panjang.

Impor Pangan Meningkat

Andriko mengatakan, momen saat ini tepat sebagai evaluasi karena situasi kuantitatifnya juga sudah menunjukkan angka penurunan. Hal itu terlihat dari angka-angka produksi pangan yang menurun secara jelas.

Kemudian, lanjutnya, pihaknya juga berharap agar pemerintahan baru nantinya menggunakan diksi kemandirian pangan yang telah disuarakan sejak lama.

Baca Juga  Anak Muda Ogah Terjun ke Pertanian, Para Petani Curhat ke Jokowi

Akibatnya, kata dia, fakta saat ini menunjukkan berkurangnya fungsi lahan yang mencapai jutaan hektar. Di sisi lain, angka impor pangan nasional meningkat tajam.

“Ya, kemudian kalau faktanya petani kita berkurang 1,3 juta per tahun ya, berarti itu kan fakta toh. Bahwa kemandian pangan kita bersoal, kalau petani kita merasa nyaman dengan provinsi petaninya, enggak akan teralih fungsi,” jelas dia.

Buku Daulat Pangan

Buku Daulat Pangan menjelaskan tentang keberagaman pangan serta edukasi pangan dengan gizi seimbang dan aman.

Menurut Andriko, buku itu untuk melihat seberapa jauh kemandirian pangan Indonesia saat ini. Sebab hingga saat ini yang masih menjadi persoalan adalah sebagian besar sumber pangan yang ada merupakan hasil impor dari luar negeri.

“Hal itu bertolak belakang dengan prinsip kemandirian pangan yang harusnya mampu bersumber dan memanfaatkan sumber daya lokal dalam negeri. Padahal saat ini impor pangan nasional mengalami peningkatan sebanyak ratusan triliun rupiah per tahunnya,” papar dia.

 

Editor; Raja H. Napitupulu

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life