Home » Hari Stroke Sedunia, Ini 4 Hal yang Wajib Kamu Mengerti Soal Stroke

Hari Stroke Sedunia, Ini 4 Hal yang Wajib Kamu Mengerti Soal Stroke

by Erna Sari Ulina Girsang
2 minutes read
Ilustrasi penderita stroke sedang menjalani perawatan dari seorang tenaga medis. Foto: Image by Freepik

Hari Stroke Sedunia diperingati setiap tanggal 29 Oktober. Peringatan ini diharapkan menjadi hari momentum untuk mengevaluasi kembali masalah dan prevalensi stroke yang dialami masyarakat.

Hari Stroke Sedunia juga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tentang pencegahan dan pengobatan stroke, yang bertujuan untuk membuat informasi penting ini lebih mudah diakses oleh semua orang.

Berikut empat hal yang perlu kamu pahami soal stroke untuk meningkatkan kesadaran jika mengalaminya sendiri atau orang-orang di sekitarmu, seperti dilansir dari Center for Disease Control and Prevention (CDC).

1. Apa itu stroke?

Stroke adalah pernyakit yang terjadi melalui salah satu dari dua cara berikut, yaitu arteri tersumbat atau arteri pecah.

Stroke, terkadang disebut serangan otak, terjadi melalui salah satu dari dua cara berikut: Arteri yang tersumbat atau arteri yang pecah.
Lihat Lebih Besar

Stroke, terkadang disebut serangan otak, terjadi ketika ada sesuatu yang menghalangi suplai darah ke bagian otak atau ketika pembuluh darah di otak pecah.

Dalam kedua kasus tersebut, bagian otak menjadi rusak atau mati. Stroke dapat menyebabkan kerusakan otak jangka panjang, kecacatan jangka panjang, atau bahkan kematian.

Pelajari tentang kondisi kesehatan dan kebiasaan gaya hidup yang dapat meningkatkan risiko terkena stroke.

2. Apa yang terjadi di otak saat stroke?

Otak mengontrol gerakan kita, menyimpan ingatan kita, dan merupakan sumber pikiran, emosi, dan bahasa kita. Otak juga mengontrol banyak fungsi tubuh, seperti pernapasan dan pencernaan.

Untuk bekerja dengan baik, otak membutuhkan oksigen. Arteri kamu mengantarkan darah kaya oksigen ke seluruh bagian otak.

Jika terjadi sesuatu yang menghalangi aliran darah, sel-sel otak mulai mati dalam beberapa menit, karena tidak dapat memperoleh oksigen. Hal ini menyebabkan stroke.

Pelajari lebih lanjut tentang tanda dan gejala stroke. Perawatan cepat sangat penting untuk stroke

Stroke adalah kondisi medis serius yang memerlukan perawatan darurat. Bertindak CEPAT Hubungi 9-1-1 segera jika Anda atau seseorang yang bersama Anda menunjukkan tanda-tanda stroke.

Waktu yang hilang adalah kehilangan otak. Setiap menit berarti.

3. Apa saja jenis-jenis stroke?

Ada dua jenis stroke, yaitu Stroke iskemik dan Stroke hemoragik.

Serangan iskemik transien (TIA) terkadang disebut “stroke ringan”. Hal ini berbeda dengan jenis stroke utama, karena aliran darah ke otak terhambat hanya dalam waktu singkat—biasanya tidak lebih dari 5 menit.

Baca Juga  Banyak Hoax Soal Kondisi Kesehatan Prabowo, Simak Faktanya!

Kebanyakan stroke adalah stroke iskemik.2 Stroke iskemik terjadi ketika gumpalan darah atau partikel lain menyumbat pembuluh darah ke otak.

Timbunan lemak yang disebut plak juga dapat menyebabkan penyumbatan dengan menumpuk di pembuluh darah.
Stroke hemoragik

Stroke hemoragik terjadi ketika arteri di otak mengalami kebocoran darah atau pecah (pecah). Darah yang bocor memberi tekanan terlalu besar pada sel-sel otak, sehingga merusaknya.

Tekanan darah tinggi dan aneurisma—tonjolan seperti balon di arteri yang dapat meregang dan pecah—adalah contoh kondisi yang dapat menyebabkan stroke hemoragik.

Serangan TIA

Serangan iskemik transien (TIA atau “mini-stroke”).  TIA adalah tanda peringatan akan terjadinya stroke di masa depan. TIA adalah keadaan darurat medis, sama seperti stroke berat.

Stroke dan TIA memerlukan perawatan darurat. Hubungi layanan gawat daruta segera jika kamu merasakan tanda-tanda stroke atau melihat gejalanya pada seseorang di sekitar kamu.

Tidak ada cara untuk mengetahui sejak awal apakah gejala tersebut berasal dari TIA atau jenis stroke utama. Seperti stroke iskemik, pembekuan darah sering kali menyebabkan TIA.

Lebih dari sepertiga orang yang mengidap TIA dan tidak mendapatkan pengobatan mengalami stroke berat dalam waktu 1 tahun. Sebanyak 10% hingga 15% orang akan mengalami stroke berat dalam waktu 3 bulan setelah TIA.1

Mengenali dan mengobati TIA dapat menurunkan risiko stroke berat. Jika kamu menderita TIA, tim layanan kesehatan kamu dapat menemukan penyebabnya dan mengambil tindakan untuk mencegah stroke parah.

 4. Bagaimana menghindari stroke?

Mulailah dari yang Kecil. Hidup Besar. Kampanye ini mendorong orang dewasa berusia 55 tahun ke atas, untuk kembali melakukan langkah-langkah kecil.

Seperti menjadwalkan janji temu medis, menjadi aktif, dan mengonsumsi makanan sehat, sehingga kamu dapat kembali menjalani kehidupan yang besar.

Hidup Sesuai Irama. Kampanye ini berfokus pada pemberdayaan orang dewasa kulit hitam untuk menjalani gaya hidup sehat jantung sesuai keinginan masnusia.

Hindari tekanan darah yang tinggi dengan menemukan gaya hidup terbaik secara individu dan konsisten, seiring dengan hidup sesuai dengan keinginan tetapi tetap aman dan sehat.*

Email: ernasariulinagirsang@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang/Raja H Napitupulu

#berita viral
#beritaterkini

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life