Home » IPB Perkaya Buah-Buah Nusantara Melalui Bioteknologi

IPB Perkaya Buah-Buah Nusantara Melalui Bioteknologi

by Junita Ariani
1 minutes read
buah

Peneliti dari Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian IPB University, Profesor Darda Efendi memperkaya buahan-buahan nusantara melalui bioteknologi.

“Indonesia kaya akan jenis buah-buahan. 60 spesies sudah merupakan komoditas binaan Direktorat Jenderal Hortikultura. Tetapi di alam masih banyak yang menunggu untuk ditemukan, dikembangkan, dimanfaatkan, dan dikonservasi,” katanya, Selasa (28/3/2023).

Profesor Darda mengemukakan, istilah buah-buahan nusantara bertujuan mengganti istilah buah-buahan lokal. Buah-buahan nusantara mempunyai berbagai karakter unik.

Di antaranya ada yang berbiji besar dan rekalsitran atau tidak bisa disimpan lama dan berbiji apomiktik atau dihasilkan dari jaringan ibu saja. Tidak mempunyai bapak sehingga tidak bisa dikawinkan, berbiak vegetatif.

Ada yang mempunyai tiga tipe seks seperti pepaya, masa juvenil dan siklus hidup panjang, serta berbuah musiman. Hal-hal ini menyebabkan pengembangan, pemuliaan, serta konservasinya relatif sulit, sehingga dibutuhkan pendekatan yang non-konvensional.

Di pihak lain, kata dia, sekarang adalah era bioteknologi. Kultur jaringan adalah salah satu bagian bioteknologi seluler yang dapat dimanfaatkan untuk perbanyakan massal yang cepat. Seragam dan true to type atau sama dengan induknya, untuk pemuliaan, produksi senyawa fungsional, dan konservasi in vitro.

Baca Juga  Jawa Barat Pencetak Ekspor Terbesar Indonesia Tahun 2022

Jalur kultur jaringan yang dapat dilakukan yaitu induksi dan multiplikasi tunas samping dari eksplan yang sudah mempunyai meristem.

Menurut Profesor Darda, penelitian buah-buahan nusantara sangat penting untuk ditingkatkan mulai dari hulu sampai ke hilir. Mencakup eksplorasi sumber daya genetik yang berkelanjutan, pemberian identitas sidik jari/barcoding DNA. Dan, penentuan fokus komoditi sampai tingkat varietas/klon untuk tujuan spesifik.

Penelitian buah-buahan, terutama tanaman tahunan berkayu, memerlukan waktu yang panjang. Untuk itu diperlukan penelitian dengan pendanaan multi years (tahun jamak).

Dan, dapat bersifat top down research yang melibatkan berbagai universitas, badan litbang, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Untuk itu, para pemangku kepentingan yang terlibat. Termasuk pihak pemerintah perlu merancang strategi dan peta jalan yang jelas penelitian buah-buahan nusantara ini,” katanya dikutip dari Antara. *

#beritaterkini
#beritaviral

Email : junitaariani@esensi.tv
Editro: Erna Sari Ulina Girsang

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life