Home » Kasus Cacar Monyet Meningkat, Pemerintah Didesak Gencarkan Vaksinasi

Kasus Cacar Monyet Meningkat, Pemerintah Didesak Gencarkan Vaksinasi

by Junita Ariani
2 minutes read
Pemerintah didesak sigap melakukan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit cacar monyet atau monkeypox (Mpox) di DKI Jakarta.

Komisi IX DPR mendesak Pemerintah untuk sigap melakukan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit cacar monyet atau monkeypox (Mpox) di DKI Jakarta. Lantaran, kasus infeksi virus Mpox terus meningkat.

“Dengan upaya yang cermat dan akselerasi yang efektif kita harapkan dapat mencegah penyebaran virus Mpox,” kata anggota Arzeti Bilbina dalam keterangan tertulisnya, Rabu (25/10/2023).

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan, kasus positif atau konfirmasi Mpox bertambah menjadi 9 kasus per 24 Oktober 2023, sejak pertama kali dilaporkan pada 13 Oktober 2023.

“Kini total ada 10 kasus Mpox sejak pertama kali terkonfirmasi pada pertengahan 2022, yang semuanya berada di DKI Jakarta,” kata Arzeti di Jakarta.

Sementara itu, 7 pasien positif aktif mengidap virus Mpox semuanya adalah laki-laki dengan rentan usia 25 hingga 35 tahun. Penularan terjadi dari manusia ke manusia melalui kontak langsung dengan cairan tubuh atau lesi kulit orang yang terinfeksi.

Semua pasien kasus aktif cacar monyet saat ini tengah menjalani isolasi dan perawatan di rumah sakit. Proses penyembuhan Mpox diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga minggu.

Fasilitas kesehatan (Faskes) pun diingatkan harus sudah bersiap menghadapi pasien suspect cacar monyet.

“Selain untuk memastikan perawatan terhadap pasien dapat maksimal, kesiapsiagaan faskes dan tenaga medis diperlukan untuk menghindari penyebaran virus,” terang Arzeti.

Dan bagi kontak erat pasien, tim tracing melalui Puskesmas harus memantau dengan erat. Apabila ada indikasi tertular, harus segera diperiksa, dan ditangani lebih lanjut.

Baca Juga  Pj Gubernur Sumut Optimis Transformasi Digital Signifikan Kendalikan Inflasi

Berkaca dari data tersebut, Arzeti menegaskan perlunya dilakukan upaya cepat tanggap untuk memutus penyebaran penyakit cacar monyet.

Salah satunya dengan pemberian vaksinasi Mpox kepada masyarakat guna melindungi ketahanan tubuh agar tidak mudah terinfeksi virus.

“Stok vaksinnya pun harus diwaspadai, jangan sampai ada kekurangan. Vaksinasi sebagai langkah antisipasi agar penyakit ini tidak terus menyebar. Dan utamakan bagi masyarakat yang masuk dalam kategori populasi paling berisiko,” ucap Arzeti.

Penularan Dipicu Seks Berisiko

Penyebaran kasus cacar monyet salah satunya dipicu penularan melalui seks berisiko. Gejala-gejala yang muncul dari pasien Mpox berupa lesi dan ruam kemerahan. Diikuti dengan demam, pembesaran kelenjar getah bening, nyeri tenggorokan, myalgia, ruam, dan sulit menelan.

Dikatakannya, menurut Kemenkes, mayoritas pasien positif cacar monyet adalah Orang Dengan HIV (ODHIV) dan memiliki orientasi biseksual.

Ia mengingatkan risiko dari praktik berganti-ganti pasangan serta hubungan sesama jenis karena dapat meningkatkan potensi penularan virus Mpox.

“Sosialisasi dan edukasi tentang bahaya berhubungan seks berganti-ganti pasangan sangat penting digalakkan. Untuk menghindari potensi peningkatan penularan cacar monyet,” imbuh Arzeti.

Sebagai informasi, pada umumnya cacar monyet menimbulkan gejala mirip flu berupa demam, sakit kepala, dan menggigil. Selain itu, pengidap cacar monyet juga menunjukkan gejala mirip cacar seperti ruam yang menyebar ke seluruh tubuh. *

#beritaviral
#beritaterkini

Email : junitaariani@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang/Raja H Napitupulu

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life