Home » Kenaikan Harga Beras dan Telur Picu Inflasi Mei 2023

Kenaikan Harga Beras dan Telur Picu Inflasi Mei 2023

by Erna Sari Ulina Girsang
2 minutes read
Ilustrasi inflasi. Foto: Ist

ESENSI.TV - JAKARTA

Inflasi Mei 2023 berada di posisi 4% jika dibandingkan Mei tahun 2022 (yoy). Angka ini melambat dari inflasi April 2023 yang mencapai 4,33% (yoy).

Data BPS yang dirilis, Senin (5/6/2023) menunjukkan komoditas yang dominan memberikan andil atau sumbangan inflasi yoy pada Mei 2023, antara lain beras dan telur ayam ras.

Selain kenaikan harga beras dan telur, komoditas penyumbang inflasi lainnya adalah bawang putih dan air kemasan.

Rokok putih, rokok kretek filter, rokok kretek, tarif listrik, sewa rumah dan bahan bakar rumah tangga.

Kemudian, harga kontrak rumah, upah asisten rumah tangga, angkutan dalam kota, angkutan antar kota dan mobil.

Serta solar, bensin, harga produk pendidikan,  nasi dengan lauk, serta harga emas perhiasan.

Jika digabungkan berdasarkan Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau mencetak inflasi Mei 2023  sebesar 4,27% (yoy).

Atau terjadi kenaikan indeks dari 116,21 pada Mei 2022 menjadi 121,17 pada Mei 2023.

Subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y tertinggi, yaitu subkelompok rokok dan tembakau sebesar 11,31 persen.

Sedangkan,  terendah berasal dari subkelompok minuman yang tidak beralkohol sebesar 2,92%.

Pada Mei 2023 terjadi inflasi year on year (yoy) sebesar 4% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 114,84.

Baca Juga  Tol Trans Sumatera Telah Beroperasi 596 Km, Tahap Konstruksi 361 Km

Inflasi Tertinggi di Timika

Inflasi yoy tertinggi terjadi di Kotabaru dan Timika masing-masing sebesar 6,04% dengan IHK masing-masing sebesar 121,80 dan 117,74.

Terendah terjadi di Pangkal Pinang sebesar 1,93% dengan IHK sebesar 114,16.

Inflasi yoy terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,27%.

Kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,54%. Perumahan perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,48%.

Perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 3,03% dan kesehatan 2,52%, transportasi 10,62 persen.

Rekreasi, olahraga dan budaya 2,18%, pendidikan 2,75%, serta penyediaan makanan dan minuman/restoran 3,38%.

Kemudian, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 4,48%.

Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,27%.

Penyumbang Deflasi

Di sisi lain ada komoditas dan jasa yang membukukan penurunan harga, atau deflasi.

Yaitu, daging ayam ras, daging sapi, cabai merah, cabai rawit, minyak goreng dan telepon seluler.*

Email: ernasariulinagirsang@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang

#beritaviral
#beritaterkini

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life