Home » Ketahui Penyebab Busi Mobil Lemah dan Cara Mengatasinya

Ketahui Penyebab Busi Mobil Lemah dan Cara Mengatasinya

by Junita Ariani
2 minutes read
Busi mobil merupakan komponen penting dalam mendukung proses pembakaran.

ESENSI.TV - JAKARTA

Busi mobil merupakan komponen penting dalam mendukung proses pembakaran. Komponen ini bertugas menghasilkan bunga api dalam pembakaran.

Apabil busi dalam kondisi lemah, dapat membuat mesin mobil tidak menyala. Banyak faktor yang menyebabkan busi dalam kondisi lemah.

Karena itu, ketahuilah penyebab busi lemah sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, Selasa (19/9/2023), di Jakarta.

1. Kualitas Busi Kurang Baik

Faktor kualitas busi patut mendapat perhatian. Apabila pemilik mobil menggunakan busi yang kualitasnya kurang baik, maka akan membuat kinerja tidak maksimal untuk proses pembakaran pada mobil.

Ketahui juga bahwa busi yang berkualitas rendah dapat mempengaruhi dan menimbulkan kerusakan pada komponen mobil lainnya.

Maka dari itu, penting untuk menggunakan busi yang berkualitas dan original, supaya tidak menimbulkan berbagai masalah ke depannya.

2. Bahan Bakar yang Berlebih

Terlalu banyak bahan bakar yang masuk ke ruang mesin juga dapat memengaruhi kinerja busi. Masuknya bahan bakar secara berlebihan dapat menyebabkan permukaan dari komponen busi menjadi sering basah.

Selain itu, karburator pun bisa jadi terendam oleh bahan bakar. Dampak selanjutnya busi akan mengalami kesulitan dalam membuat percikan bunga api.

Dalam waktu yang panjang, hal ini juga bisa membuat ruang mesin mobil menjadi kotor dan lembab, serta dapat memicu kerusakan pada komponen lainnya.

3. Oli Masuk ke Ruang Mesin

Adakalanya karena sesuatu hal, oli masuk ke ruang mesin. Jika ini terjadi, dampaknya kinerja busi dalam membuat bunga api terhalang.

Selanjutnya, hal ini dapat merusak berbagai komponen lain seperti koil dan power transistor, serta mengganggu aliran listrik. Masuknya oli ke dalam ruang mesin disebabkan dinding silinder mesin sudah aus.

Hal ini membuat rig tidak bisa mencegah masuknya oli ke bagian ruang mesin. Jika hal ini sudah terjadi, maka biasanya ditandai dengan terlihatnya asap putih kebiruan dari bagian knalpot. Baunya pun tercium seperti pembakaran dari oli mesin.

Baca Juga  Xiaomi Garap 2 Kendaraan Elektrik, Kalahkan Tesla?

4. Proses Pembakaran Tidak Sempurna

Proses pembakaran yang tidak sempurna juga dapat membuat kinerja busi lemah. Hal ini biasanya diakibatkan pemakaian bahan bakar berkualitas rendah dan tidak memiliki perbandingan yang ideal di antara udara dan bahan bakar.

Hal ini mendorong terjadinya penumpukan karbon dalam jumlah banyak. Sisa karbonnya pun dapat menempel pada bagian permukaan busi.

Ketika busi menjadi kotor, maka kinerjanya akan berkurang dan dapat memberikan gangguan terhadap proses pembakaran.

Jika hal ini dibiarkan, maka kerusakan busi dapat terus terjadi meski sudah diganti dengan komponen baru. Maka dari itu, pastikan Anda memakai bahan bakar yang ideal dan berkualitas baik.

Cara mengatasi busi lemah

Ada beberapa cara mengatasi busi mobil Anda yang lemah.

1. Ganti busi dengan kualitas yang baik

Jika busi lemah akibat kualitas yang buruk, maka solusinya adalah mengganti dengan busi yang berkualitas baik. Pastikan juga Anda menggunakan produk asli supaya tidak merusak komponen mesin lainnya.

Dengan menggunakan busi berkualitas, maka Anda tidak perlu sering melakukan penggantian busi karena bermasalah.

2. Lakukan Tune Up

Jika busi lemah akibat terlalu banyak bahan bakar yang masik ke ruang mesin maka perlu dilakukan tune up untuk pembersihan.

3. Lakukan Turun Mesin

Turun mesin perlu dilakukan jika terjadi kebocoran oli yang masuk ke ruang mesin. Hal ini juga yang membuat busi lemah.

Hal ini umumnya disebabkan oleh ring mobil yang mulai rusak atau usang, sehingga menyebabkan kesulitan untuk melakukan kontrol terhadap masuknya pelumas atau oli.

Tidak semua pengguna mobil memiliki kemampuan yang memadai untuk melakukan berbagai tindakan di atas. Jika Anda tidak terlalu paham tentang hal tersebut, sebaiknya segera bawa mobil Anda ke bengkel untuk mendapatkan penanganan secara profesional.*

#beritaviral
#beritaterkini

Email : junitaariani@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girang/Radja H Napitupulu

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life