Home » Nagari Koto Salak Kini Tak Sulit Akses, Ada Jembatan Penghubung Baru!

Nagari Koto Salak Kini Tak Sulit Akses, Ada Jembatan Penghubung Baru!

by Administrator Esensi
2 minutes read
Bangun Jembatan Penghubung, Kemensos Bangkitkan Perekonomian Warga Koto Salak

ESENSI.TV - JAKARTA

Masyarakat Jorong Rumah Padang, Nagari Koto Salak, Kecamatan Koto Salak kini tak perlu lagi melintasi Jalan Lintas Sumatera untuk pergi ke kebun.

Biasanya, masyarakat harus menempuh perjalanan selama lebih dari 1,5 jam untuk sampai di kebun dan pasar yang sebenarnya hanya dibatasi oleh sungai.

Jembatan menjadi objek vital bagi masyarakat Jorong Rumah Padang karena sehari-hari. Aktivitas mereka diisi dengan pergi ke kebun dan ke pasar yang lokasinya berada di seberang sungai.

Setelah pembangunan jembatan, mereka hanya perlu waktu 15 menit untuk sampai di seberang.

Mensos Risma Resmikan Jembatan Penghubung

Pada 28 Mei 2023, Menteri Sosial Tri Rismaharini meresmikan jembatan yang menghubungkan Kecamatan Koto Salak dan Kecamatan Sungai Rumbai itu.

“Permintaan warga untuk menghubungkan akses di sini untuk mereka ke pasar, ke sekolah bisa lebih mudah daripada muter,” kata Mensos di hadapan awak media, Minggu (28/5).

Jembatan penghubung ini dibangun di atas sungai Batang Siat dengan panjang 90 meter dan lebar 1,2 meter.

Jembatan ini dapat diakses oleh warga dengan berjalan kaki maupun sepeda motor. Tentunya dengan batasan tertentu agar jembatan tetap awet dipakai.

“Bisa dijaga, karena beban jembatan terbatas, jadi mesti diatur. Di atas itu kalau bisa maksimal 3 orang dan 1 motor,” kata Mensos.

Tidak Hanya Penghubung, Jembatan Juga Sebagai Mitigasi Bencana

Selain penghubung perekonomian, jembatan juga berfungsi sebagai mitigasi bencana yang mengancam wilayah Kabupaten Dharmasraya, khususnya di Kecamatan Koto Salak.

“Jadi ini biasanya untuk mitigasi bencana. Kadang daerah itu rawan bencana. Kalau ada tsunami (bisa dipakai) buat lari. Nah kita hitung ketinggian jembatan ini di atas air kalau tertinggi tsunami,” tutur Mensos.

Baca Juga  Bansos, Pengentasan Kemiskinan atau Tujuan Politik?

Adapun jembatan ini dibangun dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Tagana ke 19.

Jika biasanya kado diberikan kepada yang berulang tahun, namun berbeda dengan Tagana ingin memberikan jembatan demi kemudahan akses bagi masyarakat.

Dalam pembangunan jembatan ini Kemensos menerjunkan sekitar 30 relawan Tagana Sumatera Barat dan 15 Personil Task Force Tagana yang bergotong royong bersama anggota Vertical Rescue Indonesia dan warga Nagari Koto Salak.

Pembangunan ini sudah dimulai sejak 10 Mei 2023 dan rampung pada tanggal 28 Mei 2023.

“Yang bangun Tagana. Tagana udah kita training untuk buat jembatan seperti ini. Tadi ada 173 jembatan yang udah dibuat. Jadi sudah ada training khusus bagi para Tagana untuk gunakan jembatan gantung ini,” jelas Mensos.

Pembangunan jembatan di Koto Salak menjadi salah satu ekspedisi 1000 jembatan yang diinisiasi oleh Vertical Rescue Indonesia.

Wakil Nagari Koto Salak Ucapkan Syukur Telah Permudah Akses

Sementara itu, Wakil Nagari Koto Salak Afriwandi menyampaikan terimakasih atas bantuan yang diterima dari Kementerian Sosial.

Ia menuturkan bahwa warganya sudah lama menantikan adanya akses penghubung menuju ke Nagari Kurnia Koto Salak.

“Terimakasih banyak, kami beserta masyarakat selama ini sudah mengharapkan akses jalan penghubung. Alhamdulillah dengan adanya Hari Lanjut Usia Nasional dan HUT Tagana, cita-cita dan doa masyarakat Koto Salak terkabulkan. Kami berterimakasih kepada pihak Kementerian Sosial yang telah memberikan bantuan,” ujar Afriwandi.

 

Editor: Nabila Tias Novrianda/Darma Lubis

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life