Home » Pandemi COVID-19 Berakhir, Yuk Lanjutkan Rutinitas Ini!

Pandemi COVID-19 Berakhir, Yuk Lanjutkan Rutinitas Ini!

by Addinda Zen
2 minutes read
Masa Transisi COVID-19

Pandemi COVID-19 banyak mengubah rutinitas orang di dunia selama dua tahun terakhir. Mulai dari bekerja dan sekolah dari rumah, hingga mempelajari keterampilan baru. Banyak rutinitas baru yang juga bermanfaat bagi tubuh, pikiran, dan kehidupan sosial, sehingga bisa terus dilanjutkan saat pandemi berakhir. Berikut beberapa rutinitas baru yang baik dilanjutkan setelah masa pandemi.

1. Olahraga

Berolahraga menjadi rutinitas baru saat pandemi. Banyak orang mulai bersepeda dan mempelajari olahraga baru di rumah. Hal ini tentu saja baik jika terus dilakukan, untuk menjaga badan tetap sehat. Apalagi, saat ini berolahraga di luar rumah menjadi lebih leluasa. Orang dapat berolahraga di gym dan ruang publik lainnya.

2. Belajar Hal Baru

Banyak orang yang mulai belajar memasak, melukis, dan keterampilan lainnya saat pandemi. Bahkan, banyak yang berhasil membuka peluang usaha dari kegiatan-kegiatan tersebut. Hal ini tentu baik jika terus dilakukan bahkan setelah pandemi berakhir.

3. Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental

Pandemi COVID-19 menjadikan orang lebih peka akan gejala penyakit secara fisik maupun mental. Selain itu, banyak yang kemudian membiasakan diri untuk mengonsumsi vitamin dan makanan sehat lainnya. Ini tentu perlu terus diterapkan saat ini. Penting untuk menjaga badan tetap fit agar kegiatan sehari-hari tidak terganggu.

Peringatan WHO Menghadapi Masa Setelah COVID-19

Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus memperingatkan akan penyakit global yang akan datang. Ia juga menyampaikan pada World Health Assembly tahunan di Jenewa, bahwa perlu memajukan negosiasi untuk mencegah pandemi selanjutnya. Bahkan, juga diingatkan agar bersiap untuk menghadapi penyakit lebih mematikan dari COVID-19.

Ia juga menyampaikan, ancaman munculnya varian lain yang menyebabkan gelombang baru penyakit dan kematian akan terus ada. WHO mengatakan, tugas negara-negara di dunia adalah mengelola virus COVID-19 ini.

Baca Juga  Sebanyak 23 Juta Ton Plastik Berakhir di Danau, Sungai dan Laut

The threat of another variant emerging that causes new surges of disease and death remains. And the threat of another pathogen emerging with even deadlier potential remains.” ujar Dr. Tedros.

Saat ini, 194 negara anggota WHO sedang menegosiasikan reformasi aturan mengikat yang memperbaiki kebijakan mereka jika kembali menghadapi ancaman kesehatan internasional.

Memasuki Masa Transisi COVID-19

Menghadapi masa transisi ini, Kementerian Kesehatan terus mengupayakan vaksinasi dosis lengkap serta dosis booster untuk masyarakat. Sekitar 30% pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit disebut belum mendapat vaksinasi.

Vaksinasi juga terus diupayakan di Singapura. Perdana Menteri Lee Hsien Loong mengungkap dirinya positif COVID-19. Sejalan dengan ini, ia juga mengingatkan agar masyarakatnya terus memperbarui vaksinasi.

The Committee of Experts on COVID-19 Vaccination atau Komite Pakar Vaksinasi di Singapura merekomendasikan para lansia 60 tahun ke atas untuk menambah vaksin mereka. Mereka menyampaikan, vaksinasi dapat membantu mencegah perawatan di rumah sakit.

Risiko kesulitan bernapas dan kematian mengancam 7 dari 100 orang dari lansia yang tidak divaksin.

Pengembangan Teknologi Artificial Intelligence untuk Mitigasi COVID-19

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berencana untuk terus mengembangkan teknologi dengan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Teknologi ini akan diterapkan pada aspek kesehatan, khususnya mitigasi COVID-19.

Salah satu teknologi AI yang sudah diterapkan dalam penanganan COVID-19 di Indonesia adalah aplikasi PeduliLindungi. Pada masa pandemi di Indonesia, aplikasi ini mampu melihat penyebaran COVID-19, data tertular, serta mampu mengatur pola gerak masyarakat.

Sebagai komitmennya mengembangkan AI di Indonesia untuk kesehatan, BRIN menjadi tuan rumah saat gelaran APEC Workshop Application of Artificial Intelligence to Accelerate The Mitigation of COVID-19 Pandemic awal Mei lalu.

 

Editor: Dimas Adi Putra

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life