Home » Pemerhati: Sekolah Harus Bertanggungjawab Terhadap Kecelakaan Bus Rombongan Siswa

Pemerhati: Sekolah Harus Bertanggungjawab Terhadap Kecelakaan Bus Rombongan Siswa

by Raja H. Napitupulu
2 minutes read
Bus

Pemerhati Pendidikan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr. Upi Isabella Rea mendesak pihak sekolah bertanggungjawab terhadap kecelakaan bus rombongan siswanya. Pasalnya, seluruh kegiatan yang melibatkan siswa dipastikan atas sepengetahuan pihak sekolah.

“Pihak sekolah harus bertanggungjawab untuk kecelakaan bus rombongan yang membawa siswa-siswi untuk kegiatan di luar sekolah,” ujar dia saat dihubungi dari Jakarta, Rabu (22/05/2024).

Ia mengatakan, seluruh kegiatan belajar mengajar dan aktivitas siswa yang dilakukan di sekolah maupun di luar sekolah, atas sepengetahuan sekolah.

Artinya, kata dia, kepala sekolah dan pihak-pihak terkait seperti komite sekolah, pasti terlibat dalam memutuskan kegiatan siswa. Sehingga upaya memastikan seluruh perangkat pendukung kegiatan, seharusnya sudah dilakukan.

“Ini kan kegiatan diluar sekolah yang melibatkan siswa dan guru. Jadi sekolah dan komite sekolah harusnya sudah memastikan kendaraan yang digunakan, aman dan nyaman bagi siswa,” terang dia.

Tidak Belajar dari Pengalaman

Dr. Upi menyesalkan pihak sekolah dengan komite sekolah yang tidak mau belajar dari pengalaman. Padahal, katanya, baru beberapa hari lalu juga terjadi kecelakaan bus rombongan siswa SMK yang menewaskan 11 korban jiwa.

Penyebabnya, kata dia, karena supir kelelahan dan bus yang bermasalah namun tetap digunakan.

Baca Juga  Penuhi Kebutuhan Masyarakat, Kemenperin Gelar Bazaar Lebaran 2023

Menurut dia, pihak sekolah berhak memastikan dan meminta jaminan dari armada bus yang akan membawa siswa-siswinya berkegiatan di luar sekolah.

“Harus belajar dari pengalaman ya. Kali ini korban meninggalnya guru pendamping siswa, tapi guru kan juga punya keluarga ya. Lalu bagaimana dengan trauma yang siswa alami? Jadi saya mendesak, pihak sekolah dan komite sekolahnya juga harus diperiksa. Ini masalah serius, menyangkut nyawa orang,” tegas Dr. Upi yang juga Sekretaris Jenderal Gibran Center DPW Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu.

Bus Tabrak Belakang Truk

Sebelumnya, bus pariwisata Bimario yang membawa rombongan siswa (SMP) PGRI 1 Wonosari, Malang, Jawa Timur, menabrak truk di Tol Jombang.

Dua orang dipastikan meninggal dunia dan belasan lainnya luka-luka. Selain itu, puluhan penumpang bus lainnya berhasil selamat.

“Analisa kejadian, kecelakaan diduga karena pengemudi bus mengantuk sehingga terjadi laka lantas,” ujar Kanit 3 PJR Polda Jatim AKP Yudiono.

Untuk korban yang meninggal dunia adalah kenek bus yang bernama Edy Sulistiyono (46), warga Dusun Semanding, Desa Bangle, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar.

Satunya adalah Edy Crisna Handaka (62), salah satu guru yang ikut dalam rombongan, warga Desa Ngebruk, Kecamatan Sumber Pucung, Kabupaten Malang.

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life