Home » Prabowo Sulit Terkejar, Akankah Kursi PDIP Ditikung Golkar? Cek Faktanya !

Prabowo Sulit Terkejar, Akankah Kursi PDIP Ditikung Golkar? Cek Faktanya !

by fara dama
3 minutes read
Partai PDI-P masih mendominasi perhitungan suara di pemilihan legislatig (Pileg) di seluruh daerah pemilihan umum di Tanah Air pada Pemilu 14 Februari 2024.

ESENSI.TV - JAKARTA

Berdasarkan data real count atau perhitungan suara yang dirilis Komisi Pemilihan Umum (KPU), Minggu (25/2/2024) pukul 08.00 WIB, perolehan suara pasangan Prabowo-Gibran mencapai 71.466.676 atau 58,84%.

Angka ini jauh meninggalkan lawan politiknya di Pilpres 2024 yang digelar pada 14 Februari 2024 lalu, yakni Anies-Muhaimin dengan perolehan suara sebesar 29.554.372 suara atau 24,33%. Begitu juga dengan pasangan Ganjar-Mahfud MD yang hanya memperoleh suara berkisar 20.442.274 suara atau 16,83 persen.

“Perolehan suara yang dirilis KPU ini masih dari progres 76,58%. Artinya, peluang untuk penambahan suara masih memungkinkan untuk ketiga pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden (Capres dan Cawapres) tersebut,” ujar Direktur Veracity, Muhammad Akram seperti dikutip dari Veracity Research, di Jakarta, Selasa (27/02/2024).

Sementara itu, kata Akram, data real count untuk pemilihan legislatif atau Pileg untuk wilayah tingkat nasional yang dirilis KPU di waktu yang sama, PDIP memperoleh suara sebesar 12.234.442 suara atau 16,54%.
Sedangkan Partai Golkar memperoleh suara 11.160.872 atau 15,09 persen.

Sementara partai yang dipimpin Prabowo Subianto, Gerindra sebesar 9.877.134 suara atau 13,36 persen.
Apakah Partai berlambang pohon Beringin ini mampu menikung PDIP sebagaimana prediksi Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago?

Sebaran Suara Golkar Masif

Prediksi itu bukan tanpa alasan. Menurut Pangi, sebaran suara Golkar lebih luas di berbagai provinsi, tidak hanya terpusat di Jawa. Seperti di Aceh, Golkar unggul dengan perolehan suara 315.309 sementara PDIP hanya 67.724 suara.

Begitu juga di Sumatera Utara (Sumut). Bedasarkan hasil perhitungan suara KPU suara Golkar mendominasi dengan perolehan berkisar 533.740, sedangkan PDIP 388.082 suara. Data tersebut sebagaimana dirilis KPU, Minggu (25/2/2024), pukul 08.00 WIB.

“Ada potensi Golkar jumlah kursinya lebih besar dari pada jumlah kursi partai-partai lain,” kata Pangi.
Sejauh ini KPU pun masih melakukan rekapitulasi, sehingga ada kemungkinan suara Golkar terus bertambah. Menurut Pangi, wajar jika PDIP khawatir.

“Jumlah suara Partai Golkar nomor dua misalnya. Tapi kursinya melebihi dari PDIP. Kan itu yang dikhawatirkan,” ujarnya.

Yakin Suara Golkar Naik

Sementara itu, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Golkar, Maman Abdurrahman yakin partainya mampu meraih 112 kursi di DPR RI di Pemilu 2024.

Ia menyebut raihan suara Partai Golkar pada Pemilu 2024 sesuai prediksi dan target yang telah ditetapkan yakni di angka 14 hingga 15 persen.

Dikatakannya, berdasarkan hasil beberapa lembaga survei, Partai Golkar mendapat 12 persen suara. Menurut Maman, penambahan 2 hingga 3 persen suara itu berasal dari dua kekuatan tambahan yakni infrastruktur partai dan kekuatan caleg. Begitupun, perolehan suara Partai Golkar berpotensi mengalami kenaikan dan penurunan.

“Jadi potensi kenaikan ke atas ada kurang lebih sekitar 10 kursi, dan potensi penurunan ada di sekitar 2 sampai 3 kursi. Jadi range Partai Golkar itu kursinya di angka kurang lebih 99 hingga sekitar 112-an,” kata Maman.
Maman berharap yang terbaik untuk partainya dan terus mengawal proses rekapitulasi suara.

Baca Juga  Kenapa Pemilu Selalu Hari Rabu?

Kawal Ketat Suara Golkar

Mengutip Veracity Research tercatat, ada peluang Golkar merebut 13 kursi sebagai kursi terakhir dari parpol lain di 10 Dapil. Pertama, Golkar berpeluang merebut kursi ke-1 dari PKB di Dapil Papua Selatan. Golkar hanya perlu menambah 421 suara (1%) Caleg dari dapil itu untuk memastikan kursi tersebut milik Golkar.

Kedua, peluang 1 kursi dari Dapil Sulawesi Barat dengan menambah 5.787 suara lagi. Ketiga, 1 kursi dari Dapil Papua Barat Daya dengan tambahan 9.393 suara. Keempat, 1 kursi dari Dapil Banten I (12.074 suara). Kelima, 1 kursi dari Dapil DKI Jakarta I (14.688).

Keenam, 1 kursi dari Dapil Papua Barat (20.439). Ketujuh, 1 kursi dari Dapil Jawa Timur III (38.037). Kedelapan, 1 kursi dari Dapil Jawa Barat VII (42.212). Kesembilan, 1 kursi dari Dapil Jawa Timur VIII (47.763), dan kesepuluh 1 kursi dari Dapil Sulawesi Selatan III (52.614).

Sebaliknya, Golkar juga berpotensi kehilangan 17 kursi terakhirnya dari beberapa dapilnya. PKS berpotensi merebut 3 suara Golkar. Pertama, dari Dapil Jawa Barat I untuk kursi ke-2 (985 suara atau 0,8%). Kedua, kursi ke-2 Dapil Jambi (10.896 suara atau 10,8%). Ketiga, kursi ke-2 Sulawesi Tengah (15.323 suara atau 15,8%)
Nasdem berpotensi merebut 2 kursi Golkar.

Persaingan Perebutan Kursi

Pertama, di Dapil Jawa Barat I dengan hanya menambahkan 598 suara atau sekitar 0,2%. Kedua, kursi ke-1 dapil Riau I (9.800 suara atau 8%). Gerindra berpeluang merebut kursi ke-1 di Dapil Papua dengan menambah 4.015 suara (8,5%).

Sementara itu, Demokrat berpeluang merebut 2 kursi Golkar. Pertama, kursi ke-2 di Dapil Jawa Timur VI (6.307 suara atau 5,2%). Kedua, kursi ke-1 di Dapil Jawa Tengah VII (8.809 suara atau 7%). Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berpeluang merebut kursi ke-2 Golkar dari Dapil Sulawesi Tengah (11.449 suara atau 11,3%). Selanjutnya, PAN berpeluang merebut kursi ke-1 Dapil Papua (15.325 suara atau 42,7%.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Golkar Dave Laksono juga memberi tanggapan atas prediksi Voxpol Center Research and Consulting tentang perolehan kursi Golkar di DPR RI menikung PDIP.
Ia tidak menampik potensi tersebut. Tetapi, Dave tidak mau terburu-buru menyimpulkan karena rekapitulasi suara yang dilakukan KPU masih berjalan.

Dave juga merespons kemungkinan posisi ketua DPR dikuasai Golkar bila prediksi VoxPol benar. Sebab, Undang-Undang MD3 mengatur kursi DPR sebagai jatah partai yang memiliki kursi terbanyak.

Editor: Raja H. Napitupulu

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life