Home » Resmikan SPBUN, Teten Masduki: Jawaban dari Persoalan yang Dihadapi Nelayan

Resmikan SPBUN, Teten Masduki: Jawaban dari Persoalan yang Dihadapi Nelayan

by Junita Ariani
2 minutes read

ESENSI.TV - ACEH

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki meresmikan lembaga penyalur Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) 18.233.007.

Peresmian SPBUN dilakukan di Jalan Teupin Gaki Tuan, Mon Ikeun, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Minggu (14/5/2023).

Menurut Tetan, SPBUN di Aceh Besar ini merupakan salah satu pilot program untuk Program Solar untuk Koperasi (SOLUSI) nelayan.

Teten mengatakan, dengan adanya SPBUN ini para nelayan bisa membeli bahan bakar minyak (BBM) dengan harga terjangkau. Biosolar misalnya, hanya Rp6.800 per liter untuk para nelayan, harganya sama dengan di SPBU.

Sebelumnya, para nelayan membeli BBM subsidi mungkin Rp9.000 sampai Rp10.000 di pengecer.

“Program ini menjadi jawaban atas sejumlah persoalan yang selama ini dihadapi para nelayan,” kata Teten didampingi Executive GM Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Freddy Anwar.

Teten mengatakan, 60% biaya produksi para nelayan ini habis untuk biaya BBM. Dengan dekatnya akses terhadap solar subsidi akan berdampak besar bagi kesejahteraan nelayan ikan tangkap.

Program SOLUSI nelayan adalah program bersama antara Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian BUMN dan Pertamina.

Tujuan program ini adalah untuk memenuhi ketersediaan dan aksesbilitas BBM atau produk lainnya bagi nelayan yang merupakan anggota koperasi nelayan.

“Kita sudah ada komitmen dengan Pak Erick Thohir Menteri BUMN, dalam membangun Program SOLUSI nelayan ini. Terlebih ada kuota solar subsidi untuk nelayan. Dengan SPBUN yang dimiliki koperasi ini, ada nama, alamat dan data para nelayan dapat dikompilasi. Juga kebutuhan BBM nelayan terhubung dengan MyPertamina jadi secara digital,” kata Teten.

Baca Juga  Legislator Dorong Badan Pengelolaan Keuangan Haji Bangun Hotel di Tanah Suci

7 Lokasi Percontohan

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Freddy Anwar mengatakan, ada 7 lokasi percontohan program SOLUSI nelayan. Yaitu, di Aceh Besar, Deliserdang, Indramayu, Pekalongan, Semarang, Surabaya dan Lombok Timur.

“Kita patut berbangga hati, Aceh mendapat kesempatan, kehormatan karena menjadi salah satu dari tujuh lokasi yang dipilih. SPBUN ini lebih dekat ke warga kemudian harga Biosolar terjamin sesuai peraturan pemerintah. Insya Allah, keberadaan SPBUN ini akan meningkatkan perekonomian nelayan,” ujar Freddy Anwar.

Ia menjelaskan, distribusi SPBUN ini disupply dari Fuel Terminal (FT) Krueng Raya yang berjarak kira-kira 46 Km dengan skema supply single handling. SPBUN ini memiliki kapasitas tangki hingga 3.000 liter dan volume kuota per bulan sekitar 100 KL.

SPBUN ini juga telah menerapkan Program Subsidi Tepat yaitu sebagai upaya mengoptimalkan penyaluran Solar JBT (Subsidi) agar tepat sasaran.

Berdasarkan Perpres No.191/2014 ada syarat nelayan dapat memperoleh BBM subsidi diantaranya bagi nelayan yang memiliki kapal/alat tangkap di bawah 30 GT.

Ia mengimbau bagi jenis kapal tangkap yang berkapasitas di atas 30 GT agar menggunakan BBM non subsidi atau BBM industri.

Pendaftaran subsidi tepat bagi nelayan cukup mudah. Nelayan dapat datang ke SPBUN membawa identitas pribadi dan surat rekomendasi.

Kemudian, melakukan registrasi dan verifikasi on-site oleh operator SPBU, setelah itu terbitlah QR Code/NIK terdaftar. *

#beritaviral
#beritaterkini

Email : junitaariani@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life