Home » Empat Hal Penting Pemasaran Desa Wisata Menurut Menparekraf

Empat Hal Penting Pemasaran Desa Wisata Menurut Menparekraf

by Ale Luna
2 minutes read
Empat Hal Penting Pemasaran Desa Wisata Menurut Menparekraf/Kemenparekraf

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyebut empat hal yang harus dipersiapkan untuk pengelola desa wisata dalam memasarkan destinasi wisata dan ekonomi kreatif kepada wisatawan.

Menparekraf mengatakan bahwa empat hal penting dalam pemasaran desa wisata yakni 4P dengan P yang pertama adalah product (produk).

“Produk yang dihadirkan harus memiliki kualitas, tentunya mengarah pada pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan,” kata Menparekraf Sandiaga Uno dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (14/5).

Selanjutnya, kata Sandiaga, adalah Place (place). Yakni desa wisata harus memiliki daya tarik yang luar biasa. Atau dengan kata lain, setiap desa wisata harus memiliki karakteristik atau diferensiasi yang kuat.

“Selanjutnya Price (harga), harus disesuaikan dengan kebutuhan atau kekuatan (daya beli) dari pengunjung. Petakan customer kuatnya (harga) berapa. Kalau tidak sesuai kekuatan kantong (mereka) hanya akan menjadi Rohali (rombongan hanya lihat-lihat), tapi kalau cocok akan jadi Rojali (rombongan jadi beli),” kata Sandiaga.

Terakhir adalah Promotion (promosi). Pemasaran kuncinya adalah promosi dan salah satu yang paling terlihat adalah bagaimana kemasannya. Dan strategi yang paling jitu saat ini salah satunya adalah endorser.

“Selanjutnya saya titip agar desa wisata harus dapat berkolaborasi. Desa wisata jangan hanya bisa berkompetisi tapi berkolaborasi,” ujar Sandiaga.

Baca Juga  Serahkan Bantuan Pemerintah, Menparekraf Juga Serap Aspirasi Pelaku UMKM Batam

Wisatawan, kata Sandiaga, dalam berwisata tentu tidak hanya akan berkunjung ke satu desa wisata, tapi akan ke beberapa.

“Jadi desa wisata produknya jangan sama, masing-masing desa wisata tonjolkan apa yang menjadi kekuatan utama,” ujar Sandiaga.

Dalam menunjang pemasaran dan promosi desa wisata, Kemenparekraf berkolaborasi dengan online travel agent (OTA) yang sebelumnya telah menyiapkan program Beli Kreatif Desa Wisata (Beti Dewi). Program ini dimaksudkan untuk mempromosikan paket desa wisata yang tersebar di seluruh Indonesia.

OTA menyiapkan kanal khusus untuk menjual paket-paket menarik ke desa wisata. Target tahun ini adalah 100 paket wisata di mana paket-paket tersebut diambil dari 100 desa wisata terbaik di ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 dan 2022.

“Hasilnya, program ini memperkuat desa wisata sebagai pandemic winner. Online travel agent membantu untuk mempromosikan, serta membantu mereposisi desa wisata menjadi destinasi unggulan selain dari taman rekreasi dan lain sebagainya. Desa wisata ini menjadi andalan dan unggulan dalam kebangkitan pariwisata kita,” kata Sandiaga.

Informasi terkait pariwisata Indonesia bisa akses di laman resmi www.kemenparekraf.go.id.*

Email: AleLuna@esensi.tv

Editor: Erna Sari Ulina Girsang

#beritaviral

#beritaterkini

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life