Humaniora

Menaker Lepas 21 Perawat Sektor Formal Bekerja ke Singapura Melalui P to P

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, melepas keberangkatan 21 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang akan bekerja sebagai perawat di Singapura.

Keberangkatan ini merupakan penempatan perawat sektor formal pertama kali ke Singapura melalui skema Privat to Privat (P to P).

Kepada para perawat, Menaker berpesan bahwa kesempatan bekerja ke Singapura merupakan pengalaman yang memberikan banyak manfaat.

Bukan hanya untuk memperoleh penghasilan yang memadai. Tetapi juga untuk memperoleh keterampilan, pengetahuan, membentuk karakter kerja.

“Dan, pengalaman bekerja sama dalam suatu tim yang multi negara,” ujar Menaker  dalam keterangan pers, Rabu (21/6/2023).

Menurut Ida Fauziyah, saat ini kebutuhan tenaga perawat menjadi kebutuhan global. Banyak negara-negara dunia yang membutuhkan perawat asing guna mengisi kebutuhan perawat di negaranya.

Begitu pun, kebutuhan tenaga perawat yang besar ini melahirkan persaingan. Di mana perawat yang dibutuhkan adalah perawat yang benar-benar kompeten.

“Saya tidak jemu mengingatkan kepada teman-teman untuk terus meningkatkan kemampuan diri. Karena ini akan mendukung kebekerjaan dan mengisi peluang kerja yang terbuka,” katanya.

Menaker mendorong para PMI yang bekerja sebagai perawat di Singapura agar bekerja dengan sungguh-sungguh. Sebagai Health Care Assistant (HCA), dan diharapkan dapat mengambil Singapore Nursing Board (SNB) Exam.

Sehingga dapat menduduki jabatan yang lebih tinggi, yaitu Enrolled Nurse (EN) bahkan sampai Registered Nurse (RN).

Bekerja Sebaik Mungkin

Ida juga berharap, angkatan pertama ini bekerja dan berjuang sebaik mungkin. Beradaptasi dengan lingkungan kerja, sehingga dapat memberikan kesan positif bagi tenaga perawat Indonesia.

“Jadi sekali lagi, please, lanjutkan perjuangan mengikuti proses seleksi ini. Terus berjuang untuk beradaptasi dengan pekerjaan dan lingkungan kerja. Dan, buktikan bahwa perawat Indonesia mampu dan cakap,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Menaker juga berpesan untuk selalu komunikasikan secara baik, dan menempuh prosedur penyelesaian masalah yang telah ditentukan.

“Perwakilan RI di Singapura akan membuka pintu untuk selalu membantu. Jangan lupa untuk lapor diri dan menyimpan alamat dan nomor kontak dari Perwakilan RI,” ujarnya.

Adapun ke-21 perawat yang akan diberangkatkan ke Siangapura adalah pemberangkatkan batch I dari total 113 perawat. Di mana perawat ini berada di bawah naungan PT Binawan. Sementara sisanya akan diberangkatkan melalui batch II. *

#beritaviral
#beritaterkini

Email : junitaariani@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang

Junita Ariani

Recent Posts

Ini Tahapan Siaga Gunung Berapi

Peringatan gunung berapi umumnya dibagi menjadi beberapa tahap siaga untuk mengkomunikasikan tingkat ancaman dan tindakan…

38 mins ago

Indonesia Usulkan 3 Fokus Utama, Tingkatkan Peran Perempuan di Bidang STEM

Indonesia mengusulkan 3 fokus utama dalam meningkatkan peran perempuan dan anak perempuan di bidang STEM.…

2 hours ago

Lima hal tentang KRIS dan BPJS

Sehubungan dengan berbagai berita hari-hari ini tentang KRIS (Kelas Rawat Inap Standar), maka disampaikan lima…

2 hours ago

Lahar Dingin Dampaknya Apa Aja?

Salah satu yang menjadi dampak letusan gunung berapi adalah lahar dingin. Lahar dingin, juga dikenal…

3 hours ago

Ini Fakta yang akan Membuat Kamu Tertarik Soal Planet Mars

Bumi dikenali sebagai planet ke 3 di tata surya kita. Namun, apakah Sobat Esensi tau…

5 hours ago

Wahh Keren… Restoran NUSA Diminati Warga California

Restoran NUSA yang merupakan UMKM rintisan diaspora Indonesia diminati warga San Francisco, Amerika Serikat. Restoran…

7 hours ago