Home » Sempat Dirawat di RS Sudan, 10 WNI Dipulangkan ke Indonesia

Sempat Dirawat di RS Sudan, 10 WNI Dipulangkan ke Indonesia

by Erna Sari Ulina Girsang
1 minutes read

KBRI Khartoum melakukan evakuasi susulan terhadap Warga Negara Indonesia di Sudan. 10 WNI dipulangkan ke Indonesia melalui Jeddah, pekan ini.

WNI yg dievakuasi terdiri dari 5 laki-laki dan 5 perempuan, termasuk seorang bayi.

Pemulangan ke Jakarta menggunakan penerbangan komersial keberangkatan pukul 08.35 WS.

Sebelumya, WNI tersebut diberangkatkan dari Port Sudan ke Jeddah secara bertahap melalui jalur udara pada 28 April – 9 Mei 2023.

Kemudian, mereka ditempatkan di rumah persinggahan yang telah disiapkan di Jeddah.

Di dalam rombongan 10 WNI dipulangkan ke Indonesia itu, terdapat 2 WNI atas nama Sukarman dan Restu Hariyadi.

Keduanya sebelumnya menjalani perawatan di RS Jeddah dan sudah pulih akibat luka kecelakaan bis saat proses evakuasi.

Sukarman dan Restu sempat dirawat di rumah sakit Port Sudan selama tiga hari sebelum diberangkatkan ke Jeddah dengan pesawat TNI Angkatan Udara (28/4/2024).

Setibanya di Jeddah, keduanya kembali mendapatkan perawatan di rumah sakit hingga akhirnya dinyatakan aman untuk diterbangkan ke Indonesia.

Sehari sebelumnya (15/5/2023) KBRI Khartoum juga mengevakuasi seorang WNI mahasiswa, M Nelson Tomas, menggunakan penerbangan komersial.

Tim KBRI Khartoum Pantau Evakuasi

Tim KBRI Khartoum di Port Sudan terus berupaya membantu evakuasi WNI yang masih tersisa.

Baca Juga  Jokowi Dorong Kemitraan Antarnegara Berkembang Diperkuat Jadi Lebih Kokoh

Sambil memantau perkembangan situasi keamanan di lapangan guna memastikan keselamatan WNI yang dievakuasi.

Sebelumnya, Pemeritah memulangkan 75 WNI dari Sudan yang tiba di Jakarta, Senin (1/5/2023) menggunakan Pesawat TNI AU.

Dalam keterangan tertulisnya, Kementerian Luar Negeri menyebutkan sebagian besar yang dievakuasi merupakan pelajar dan tiga diantaranya PMI.

WNI yang telah tiba ke Tanah Air akan menginap di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, sebelum dipulangkan ke daerah asalnya.

Konflik militer di Sudan antara Sudan Armed Forces dan Rapid Support Forces terjadi pecah sejak tanggal 15 April 2023.

Konflik ini mengancam situasi keamanan di Sudan, sehingga KBRI Khartoum menetapkan status Siaga II mulai tanggal 16 April 2023.

Dengan meningkatnya eskalasi konflik tersebut, tanggal 20 April 2023, KBRI Khartoum menetapkan status Siaga I.

“Jajaran pemerintah baik pusat maupun daerah telah menyiapkan sejumlah layanan bagi para WNI yang dievakuasi hingga kepulangan ke daerah mereka masing-masing,” jelasnya.*

Email: ernasariulinagirsang@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang

#beritaterkini
#beritaviral

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life