Home » Terungkap! Data Nasabah Bank BSI Tersebar! Siap-siap Terkejut dengan Pengungkapan Ini

Terungkap! Data Nasabah Bank BSI Tersebar! Siap-siap Terkejut dengan Pengungkapan Ini

by Lyta Permatasari
2 minutes read

ESENSI.TV -

Dugaan peretasan pada sistem digital Bank Syariah Indonesia (BSI) menuai respons banyak pihak. Dalam sorotan terkini, Bank Syariah Indonesia (BSI) dihadapkan pada dugaan serius peretasan sistem digital mereka. BSI sendiri didirikan sebagai hasil dari merger bank HIMBARA Syariah, termasuk BNI Syariah, BRI Syariah, dan Mandiri Syariah, berdasarkan Qanun LKS Aceh, Nomor qq tahun 2018.

Pada (13/05/2023) LockBit mengumkan pihaknya melakukan peretasan pada Bank BSI per tanggal (08/05/2023) dan meminta pihak BSI untuk menghubungi jika ingin semua datanya aman.

LockBit adalah perangkat lunak berbahaya yang dirancang untuk memblokir akses pengguna ke sistem dengan imbalan pembayaran tebusan. LockBit akan secara otomatis memilih target berharga, menyebarkan infeksi, dan mengenkripsi semua sistem komputer yang dapat diakses dalam sebuah jaringan.

Hari ini, (16/05/2023) sebuah akun di Twitter mengumumkan bahwa masa negosiasi antara grup ransomware LockBit dan pihak Bank BSI telah berakhir, dan grup ransomware LockBit akhirnya membuat semua data yang dicuri dari Bank Syariah Indonesia menjadi publik di dark web. grup ransomware LockBit juga memberikan saran kepada nasabah untuk meminta pertanggungjawaban mereka.

Berikut Bukti Foto 

List Data Bank BSI yang Bocor

Himbauan untuk nasabah Bank BSI

Secara terpisah, Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, pihaknya telah menangani permasalahan yang terjadi pada IT BSI.

“Gangguan IT BSI sebenarnya telah dapat dipulihkan segera dan ini merupakan response recovery yang baik. Prioritas utama kami menjaga data dan dana nasabah,” jelas dia.

Baca Juga  OJK Minta BSI Tanggapi Pengaduan Nasabah Secara Optimal

Sebelumnya, Menkopolhukam Mahfud MD mengatakan, terkait beberapa kasus kebocoran data negara yang terjadi oleh seorang hacker bernama Bjorka diklaim tidak ada kaitannya dengan data-data rahasia milik negara Indonesia.

“Soal bocornya data negara, saya pastikan bahwa itu memang terjadi. Saya sudah dapat laporannya dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Kemudian, dari analisis Deputi VII (Kemenkopolhukam), terjadi di sini-sini. Tetapi, itu bisa sebenarnya bukan data yang sebetulnya rahasia,” ujarnya.

Berbagai Kasus Kebocoran Data di Indonesia Tahun 2021-2022

Berikut daftar kasus kebocoran data besar di Indonesia tahun 2021-2022:

  1. Data BPJS sebanyak 279 juta.
  2. Data BRI Life sebanyak 2 juta nasabah.
  3. Data eHAC sebanyak 1,3 juta pengguna aplikasi eHAC.
  4. Sertifikat Vaksin Jokowi.
  5. Data KPAI.
  6. Data Pengguna Bank Jatim sebesar 378 gigabyte berisi 259 database.
  7. Data Pribadi Facebook sebanyak 533 juta akun.
  8. Data pelanggan IndiHome sebanyak 26 juta.
  9. Data pelanggan PLN sebanyak 17 juta.
  10. Data internal Jasa Marga berkapasitas 252 GB.
  11. Data SIM card sebanyak 1,3 miliar.
  12. 105 Juta Data KPU Bocor.
  13. Dokumen Rahasia untuk Jokowi.
  14. Doxing para pejabat, salah satu korbannya adalah Menkominfo Johnny G. Plate.
  15. Data Polri sebanyak 26 juta.
  16. Data MyPertamina sebanyak 44 juta pengguna aplikasi MyPertamina.
  17. Data Pedulilindungi sebanyak 3,2 miliar.

 

Editor : Farahdama A.P/Raja H. Napitupulu

#Beritaviral

#BeritaTerkini

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life